SPPG Papua Pegunungan Dorong Sertifikasi Halal Dapur MBG untuk Jamin Keamanan Pangan di Jayawijaya

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan gencar mendorong Sertifikasi Halal Dapur MBG di Jayawijaya. Hal ini bertujuan memastikan kualitas dan higienitas makanan gratis bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SPPG Papua Pegunungan Dorong Sertifikasi Halal Dapur MBG untuk Jamin Keamanan Pangan di Jayawijaya
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan gencar mendorong Pelatihan Sertifikat Keamanan Pangan dan Halal bagi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jayawijaya demi kualitas dan higienitas produk. (AntaraNews)

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan (Papeg) mengambil langkah proaktif dalam menjamin kualitas pangan. Mereka mendorong pelatihan sertifikat keamanan dan kebersihan pangan bagi dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayawijaya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Pelatihan ini mencakup sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dan persiapan untuk sertifikasi halal. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai sertifikasi halal pada seluruh dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menyediakan gizi, tetapi juga kepastian kehalalan produk.

Wahyu Adi Pratama, Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam keterangan tertulisnya di Wamena, Selasa (17/3/2026). Pelatihan ini diwajibkan bagi semua dapur MBG ke depannya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan dinas terkait untuk memperoleh sertifikasi yang diperlukan.

Pentingnya Pelatihan dan Sertifikasi Halal Dapur MBG

Pelatihan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal menjadi prioritas utama bagi SPPG Papua Pegunungan. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan melalui program MBG memenuhi standar kebersihan dan kehalalan. Wahyu Adi Pratama menyatakan bahwa seluruh dapur MBG diwajibkan untuk mengikuti pelatihan ini guna mencapai sertifikasi halal.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menjamin keamanan, kebersihan, dan mutu pangan yang diproduksi oleh dapur MBG, melindungi konsumen dari risiko keracunan atau penyakit bawaan makanan. Proses ini memastikan standar kesehatan pangan terpenuhi, mulai dari bahan baku hingga penyajian. Kualitas dan higienitas makanan yang dihasilkan sangat penting, terutama untuk program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.

Para relawan yang bertugas di dapur-dapur MBG diharapkan memahami betul bagaimana menjaga higienitas selama proses pengolahan makanan. Pemahaman ini krusial agar makanan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. Sertifikasi halal juga menjadi jaminan tambahan bagi masyarakat, terutama yang beragama Islam, bahwa makanan yang dikonsumsi sesuai dengan syariat.

Peran BGN dan BPJPH dalam Peningkatan Kualitas MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran sentral dalam pelaksanaan pelatihan ini. BGN, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, bertugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional. Saat ini, BGN berfokus pada pelatihan relawan di dapur-dapur yang sudah beroperasi serta dua dapur baru yang sedang dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua Pegunungan memastikan aspek kehalalan produk. BPJPH adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Perwakilan BPJPH, Nurul Yakim, menegaskan bahwa mereka memastikan bahan-bahan yang digunakan layak, bergizi, dan halal.

BPJPH sangat mendukung kegiatan pelatihan ini dan mendorong masyarakat untuk menjadikan hidup bersih sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka akan mengeluarkan sertifikasi setelah melalui proses dan prosedur yang ada. Hal ini mencakup penilaian menyeluruh, mulai dari daging, sayuran, hingga proses pencucian, demi menjaga higienitas dan kehalalan produk.

Proyeksi Pengembangan Dapur MBG di Jayawijaya

Pengembangan dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya menunjukkan komitmen kuat terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Saat ini, terdapat sekitar 11 dapur yang sedang dalam proses pembangunan atau sudah beroperasi.

Wahyu Adi Pratama mengungkapkan bahwa ke depannya, jumlah dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya akan bertambah signifikan. Proyeksi menunjukkan akan ada lebih dari sembilan puluh dapur MBG yang berdiri di wilayah tersebut. Peningkatan jumlah dapur ini akan memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis, memastikan lebih banyak masyarakat dapat mengakses makanan berkualitas.

Dengan ekspansi ini, pelatihan dan Sertifikasi Halal Dapur MBG menjadi semakin vital. Hal ini untuk mempertahankan standar kualitas dan higienitas di semua dapur yang baru maupun yang sudah ada. SPPG Papua Pegunungan bersama BGN dan BPJPH berkomitmen penuh untuk mewujudkan program MBG yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan halal bagi seluruh penerima manfaat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi