Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini sukses menggelar pelatihan serentak bagi penjamah makanan di Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Pelatihan ini menjadi sorotan utama karena skala dan cakupannya yang luas di wilayah tersebut.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 3 BGN, Ranto, secara langsung membuka acara di Kota Palu, Sabtu. Bersamaan dengan itu, pelatihan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Poso. Ini menunjukkan komitmen serius BGN dalam memastikan kualitas gizi masyarakat.
Sebanyak 2.545 peserta dari 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Sulawesi Tengah turut serta dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, hingga relawan dapur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Advertisement
Advertisement
Pelatihan penjamah makanan SPPG yang diselenggarakan di Sulawesi Tengah ini menandai puncak dari rangkaian pelatihan nasional. Direktur Ranto secara langsung menyatakan, "Acara di Sulteng menjadi pelatihan penjamah makanan yang terbaik dan terakhir. Kegiatan ini sekaligus menjadi yang terbesar dan termegah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)." Pernyataan ini menegaskan pentingnya acara tersebut.
Kegiatan ini melibatkan total 2.545 peserta yang berasal dari 79 SPPG di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Setiap SPPG mengirimkan perwakilan yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, serta relawan dapur. Jumlah peserta per SPPG berkisar antara 25 hingga 35 orang, menunjukkan partisipasi yang masif.
Para peserta mendapatkan bimbingan intensif dari berbagai narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), BPOM, dan BPJS Ketenagakerjaan turut berkontribusi. Keterlibatan banyak pihak ini menjamin materi pelatihan berkualitas tinggi.
Advertisement
Advertisement
BGN menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan penerapan teknik pengelolaan dapur yang aman, higienis, dan sesuai prosedur. Pelatihan penjamah makanan SPPG ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang disajikan.
Ranto menekankan bahwa SPPG merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, pelatihan ini memiliki peran krusial sebagai langkah awal. Ini penting bagi seluruh SPPG untuk menerapkan standar sertifikasi Lembaga Sertifikasi Halal dan Higienis (LSHS).
Penerapan standar LSHS diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko yang mungkin muncul dalam operasional SPPG. Dengan demikian, setiap porsi makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat akan terjamin kualitas dan kebersihannya. Hal ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Menurut data terbaru dari BGN, saat ini terdapat sekitar 13.000 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap satuan ini memiliki kapasitas untuk menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Penerima manfaat utamanya adalah siswa, santri, dan ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi optimal.
Khusus di wilayah Sulawesi Tengah, tercatat ada 253 SPPG yang telah terdaftar dalam sistem BGN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 SPPG aktif beroperasi dan melayani sekitar 351.000 penerima manfaat program MBG. Angka ini menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Ranto juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kegiatan dengan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap potensi risiko dapat diminimalkan secara maksimal. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama.
Advertisement
Seluruh peserta diajak untuk terus bersemangat dalam mengawal program prioritas nasional ini. Bersama-sama, mereka diharapkan dapat mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Visi tersebut adalah menciptakan Generasi Sehat Indonesia Emas 2045, dimulai dari gizi yang baik.
Sumber: AntaraNews