Pramono Dukung Produsen MinyaKita Curang Dihukum: Minyak Subsidi, Ukuran Dikurangi, Keterlaluan!
Gubernur Jakarta Pramono Anung mendukung penindakan penjual MinyaKita curang yang dilakukan kepolisian.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). Hasil sidak menemukan kejanggalan pada Minyakita kemasan 1 liter yang tak sesuai takaran.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mendukung penindakan penjual MinyaKita curang yang dilakukan kepolisian. Dia pun mendorong, penindakan tersebut tidak pandang bulu terhadap siapa pun pelanggarnya.
"Jadi pemerintah Jakarta mendorong tindakan tegas dari aparat kepolisian, penegak hukum bagi siapa saja yang melakukan itu. Karena memang ini sungguh sangat mencederai rasa keadilan masyarakat," kata Pram di Lapangan Monas Jakarta, Rabu (12/3).
Pram menyebut, MinyaKita adalah salah satu kebutuhan pokok dibutuhkan warga yang membutuhkan karena menjadi salah satu barang bersubsidi pemerintah. Sehingga kalau ada kecurangan, maka pelakunya sangat menciderai hak rakyat.
"Ini kan untuk segmen masyarakat yang membutuhkan. Sudah disubsidi, kemudian ukurannya dikurangi, ini kan keterlaluan!," tegas Pram.
Pemprov Jakarta Dukung Penuh
Pram pun meminta aparat penegak hukum bisa mengusut sampai ke akar-akarnya, siapa sebenarnya pelaku utama dari dalang kecurangan MinyaKita. Sebagai gubernur, Pram siap memberi dukungan penuh.
"Siapapun yang melakukan itu, maka pemerintah Jakarta memberikan dukungan, support sepenuhnya untuk diambil tindakan tegas bagi mereka," Pram menandasi.
Sidak MinyaKita
Sebelumnya, Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indag) I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, memimpin sidak bersama tim Satgas Pangan.
Mereka membawa dua tabung ukur khusus untuk menguji volume minyak goreng bersubsidi tersebut. Saat melakukan uji takaran di sebuah warung sembako, dugaan kecurangan itu pun terbukti.
Rupanya dua bungkus Minyakita kemasan 1 liter yang dibeli hanya berisi 800 ml. Diperiksa lebih lanjut, dua produk tersebut diambil dari produsen yang di Kudus dan Depok.
"Kelihatan enggak? 800 ini. Diproduksinya beda, satu di Kudus satu di Depok. Ternyata isinya hanya 800 ml," ujar dia.
Anggi mengatakan, akan menindaklanjuti temuan ini dengan mendatangi agen yang menyalurkan Minyakita ke pedagang di Pasar Kemayoran.
"Masnya kan pengecer kan. Mas saya pengin tahu agennya di mana, karena ini kan mas beli 1 liter. Masyarakat ini tahunya 1 liter. Ini ada kekurangan 200 ml. Ini akan saya telusuri," ucap dia.