Sidak di Pasar Gede Solo, Mentan Temukan MinyaKita Tak Sesuai Takaran
Selain Pasar Gede, Mentan juga meninjau secara langsung pelaksanaan operasi pasar (OP) pangan murah di Kantor Pos Solo.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan sidak di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Selasa (11/3). Kegiatan tersebut untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan termasuk MinyaKita.
Saat menghampiri pedagang, Mentan menemukan produk MinyaKita kemasan botol ukuran 1 liter yang tidak sesusi takaran. Yakni hanya 90 persen atau 900 mililiter dari yang tertera di botol 1 liter.
"Kemarin kami temukan ada yang kurang 25 persen, sekarang tinggal 5-10 persen. Nah yang kurang ini, untuk kemasan botol yang volumenya hanya 900 mililiter. Jadi kurang 100 mililiter atau 10 persen. Ini tetap harus diperbaiki. Satgas Pangan harus telusuri kenapa masih ada pengurangan takaran ini. Kami akan tindaklanjuti agar tidak ada lagi praktik seperti ini,” ujar Amran.
Harga MinyaKita
Dalam sidak tersebut diketahui, harga MinyaKita di pasaran sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Selain Pasar Gede, Mentan juga meninjau secara langsung pelaksanaan operasi pasar (OP) pangan murah di Kantor Pos Solo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program OP pangan mudah berjalan lancar.
Amran didampingi Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun. Mereka melakukan interaksi dengan masyarakat yang melakukan pembelian kebutuhan pokok di kantor Pos Solo.
"Operasi pasar ini kita lakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2025," katanya.
Operasi Pasar
Lanjut dia, operasi pasar ini dijadwalkan berlangsung sejak 24 Februari 2025 hingga 29 Maret 2025.
“Operasi pasar ini digelar untuk memastikan masyarakat mendapatkan harga pangan terjangkau di bawah harga eceran tertinggi (HET),” ungkap dia.
Dikatakannya, saat ini ada 1.050 gerai Pos Indonesia di seluruh Indonesia yang menggelar OP pangan. Mendistribusikan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan,” ucapnya.
Dalam operasi pasar ini, berbagai bahan pokok dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras SPHP Rp12.000/kg, gula pasir Rp15.000/kg, daging ayam ras beku Rp34.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, daging kerbau beku Rp75.000/kg, dan minyak goreng Minyakita Rp14.700/liter.
"Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menekan harga pangan dan mencegah kenaikan harga yang tidak wajar, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri," pungkasnya.