Respons Puan Maharani soal Polemik MinyaKita Tak Sesuai Takaran
Puan menilai, sidak penting dilakukan terlebih menjelang hari Raya Idulfitri.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, pihaknya bisa saja melakukan sidak dan meninjau langsung penjualan MinyaKita di pasaran. Setelah ramai isi kemasan MinyaKita disunat tidak sesuai dengan takarannya.
"Jadi DPR akan menanyakan dan kemudian bahkan bisa juga melakukan sidak dan meninjau langsung ketersediaan," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3).
Puan menilai, sidak penting dilakukan terlebih menjelang hari Raya Idulfitri. Dia mewanti-wanti jangan sampai kekurangan pasokan sehingga menyulitkan masyarakat.
"Bahkan jangan sampai ada yang ketidak ada pasokan dari minyak, bukan hanya MinyaKita saja tapi minyak goreng menuju sampai bulan lebaran bersama dengan pemerintah," tegas Puan.
Takaran Tak Sesuai
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan minyak goreng kemasan MinyaKita yang tidak sesuai dengan takaran yang ada di label. Di mana, minyak tersebut seharusnya berisi 1 liter, namun hanya berisi 750 hingga 800 mililiter saja.
Hal itu dikatakan Amran usai melakukan sidak ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (9/3).
Amran melakukan pembuktian takaran minyak goreng tersebut dengan membeli produk tersebut kepada para pedagang di pasar tersebut.
Alhasil, dari hasil penakaran yang dilakukan, ditemukan minyak tersebut hanya mencapai di garis 0,75 liter atau 750 mililiter hingga 0,8 liter atau 800 mililiter. Kendati demikian, masih ada juga kemasan lain yang ukurannya telah sesuai 1 liter.
“Namun, kami menemukan pelanggaran serius! MinyaKita yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya 750-800 mililiter,” ujar Amran.
Amran juga menemukan MinyaKita dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya Rp15.700 per liter, namun dijual seharga Rp18.000.
“Tak hanya itu, minyak ini juga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dari Rp 15.700 menjadi Rp 18.000 per liter,” imbuhnya.