Mentan Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Fondasi Utama Negara, Target Swasembada Tercapai Cepat
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan **ketahanan pangan** adalah kunci utama ketahanan negara dan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target swasembada tercapai kurang dari tiga tahun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan pentingnya **ketahanan pangan** sebagai fondasi utama ketahanan sebuah negara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara "Retret Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)" di Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Jumat (30/1).
Menurut Amran, tanpa adanya ketahanan pangan yang kuat, mustahil sebuah negara dapat bertahan dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, isu ketahanan pangan menjadi prioritas utama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan pencapaian swasembada pangan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan kurang dari tiga tahun sejak pemerintahan ini berjalan. Target ambisius ini menunjukkan komitmen serius terhadap sektor pertanian nasional.
Swasembada Pangan: Capaian dan Prioritas Nasional
Menteri Amran Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat. "Alhamdulillah, tidak sampai tiga tahun Indonesia sudah swasembada," ujarnya.
Capaian ini telah dideklarasikan oleh Presiden di berbagai kesempatan, menandakan keberhasilan kolektif. Swasembada pangan menjadi bukti nyata kerja keras petani dan dukungan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang erat, melibatkan petani, pemerintah daerah, serta Badan Urusan Logistik (Bulog). Sinergi ini menjadi kunci sukses dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Proyeksi Ekspor Beras dan Hilirisasi Komoditas Strategis
Setelah mencapai swasembada, pemerintah kini menyiapkan langkah lanjutan berupa ekspor beras, yang ditargetkan mulai terealisasi pada April 2026. Rencana ini akan terlaksana jika pasokan dan pengelolaan Bulog tetap terjaga dengan baik.
Amran menyatakan, "Insya Allah, jika tidak ada masalah, Indonesia akan mencatat sejarah pertama mengekspor beras." Ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap surplus produksi pangan dan potensi Indonesia di pasar global.
Selain beras, pemerintah juga fokus pada hilirisasi komoditas strategis lainnya seperti minyak kelapa sawit (CPO), gambir, dan kelapa. Hilirisasi ini bertujuan untuk memperkuat nilai tambah ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja.
Penguatan sektor pangan dan hilirisasi komoditas dinilai Amran sebagai fondasi penting menuju kemandirian ekonomi jangka panjang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Kolaborasi dan Dampak Global pada Perdagangan Pangan
Menteri Amran menekankan bahwa posisi Indonesia dalam perdagangan global mulai menguat seiring penguatan sektor pangan. Kebijakan ini berdampak signifikan pada dinamika pasar internasional.
"Kita merasakan sendiri, ketika impor beras dihentikan, harga beras dunia ikut turun," kata Amran, menyoroti pengaruh Indonesia di pasar global. Hal ini menunjukkan kekuatan produksi dalam negeri yang mampu memengaruhi harga komoditas.
Amran juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak untuk mencapai tujuan besar ini. "Tidak ada yang tidak bisa jika kita berkolaborasi," ungkapnya, menggarisbawahi semangat kerja sama lintas sektor.
Acara Retret Bela Negara PWI yang dihadiri sekitar 160 peserta ini diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. Ini menunjukkan dukungan lintas kementerian untuk isu strategis nasional yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan.
Sumber: AntaraNews