Polisi Bebaskan Ratusan Demonstran di Bali, 3 Orang Tetap Ditahan
Polda Bali membebaskan ratusan orang yang terlibat aksi kericuhan saat unjuk rasa di kawasan Mapolda Bali dan di Gedung DPRD Bali.
Polda Bali membebaskan ratusan orang yang terlibat aksi kericuhan saat unjuk rasa di kawasan Mapolda Bali dan di Gedung DPRD Bali, Sabtu (30/8) lalu. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy mengatakan sampai hari ini ada 158 orang yang ditangkap saat aksi unjuk rasa di Mapolda Bali dan Kantor DPRD Bali, hingga Sabtu (30/8) dan Minggu (31/8).
"Sampai hari terakhir kemarin ada sekitar 158 orang yang kita amankan. Lalu diperiksa untuk diketahui perannya masing-masing. Kita bisa mengamankan 1x24 jam," kata Kombes Ariasandy saat ditemui di Mapolda Bali, Senin (1/9).
Ia menyebut dari hasil pemeriksaan sebagian besar sudah dipulangkan, karena tidak begitu signifikan perannya dalam kegiatan unjuk rasa pada Sabtu (30/8) kemarin.
"Ada 3 orang yang kita amankan sementara dan masih pendalaman, 2 orang membawa bom molotov dan 1 orang mencuri gas air mata Polri (saat aksi) di kawasan Renon. Sampai saat ini, 3 orang yang kita dalami, selebihnya sudah pulang, selain 3 orang ini, tadi kita sudah pulangkan semua," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, dari 158 orang itu ada beberapa pelajar dan mereka ikut aksi unjuk rasa hanya ikut-ikutan saja.
"Pelajar ada, SMA ada. Jadi ada beberapa juga anak SMA yang terlibat. (Mereka rata-rata) diajak dan ikut-ikutan. Tentunya melalui orangtuanya (dilakukan pembinaan) karena kemarin orangtuanya kita panggil juga," jelasnya.
Sementara, terkait delapan anggota kepolisian dan dua warga sipil yang terluka saat demonstrasi terjadi kondisinya kini sudah membaik.
"Iya sudah membaik lah, korban luka-luka kena lempar batu. Untuk kerusakan ada dua (mobil polisi). Kemudian Kantor Ditrekrimsus ada yang pecah kacanya kena lemparan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya menerangkan untuk hari ini situasi di Pulau Bali kondusif dan tidak ada aksi unjuk rasa lagi. Untuk antisipasi unjuk rasa pihak kepolisian melakukan penjagaan ketat di Kantor DPRD Bali dan di kawasan Markas Komando (Mako) Polri di Bali.
"Sampai sekarang masih landai, belum ada informasi adanya unjuk rasa. Tapi kita tetap pantau dan standby untuk mengantisipasi apabila ada demo dadakan. Yang jelas hari ini terpantau masih landai," ujarnya.
"Yang tetap jadi pantauan kita kan Mako-mako Polri, Kantor DPRD itu menjadi objek yamg terus kita pantau, karena salah satu objek sasaran demonstrasi," ujarnya.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa berakhir ricuh di Mapolda Bali. Massa aksi memaksa mendobrak pintu gerbang Mapolda Bali. Massa aksi mendobrak pintu gerbang dengan cara menerjang dan juga melempari gedung Mapolda Bali dengan batu dan kayu, pada Sabtu (30/8) kemarin.
Kericuhan juga terjadi di Gedung DPRD Provinsi Bali yang berlokasi di Jalan Dr. Kusuma Atmadja, Kota Denpasar, Bali, dilempari oleh massa aksi dengan batu, pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 17:35 WITA.
Awalnya, massa aksi berkumpul di arah selatan Kantor DRPD Bali, dan setelah itu sekitar beberapa menit kemudian massa aksi tiba-tiba secara bersamaan berlari dan melemparkan batu ke Gedung DPRD Bali.