Polda Kalsel Siagakan Ribuan Personel untuk Pengamanan Lebaran 2026 di 3.740 Titik
Jelang Lebaran 2026, Polda Kalsel siap amankan 3.740 titik strategis di seluruh wilayah dengan ribuan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Intan. Simak detail pengamanan Lebaran Polda Kalsel yang berlangsung 13-25 Maret 2026.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) telah menyiagakan ribuan personel gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama periode Lebaran 2026. Operasi Ketupat Intan 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Total 2.189 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan 3.740 titik strategis di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Pengamanan ini mencakup jalur mudik, tempat ibadah, hingga lokasi rekreasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, hingga tindak kriminalitas. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin langsung apel gelar pasukan di Banjarbaru, Kamis petang.
Fokus Operasi Ketupat Intan 2026
Operasi Ketupat Intan 2026 melibatkan sinergi personel dari berbagai instansi. Sebanyak 1.166 personel Polri, 247 personel TNI, serta 1.023 personel dari pemangku kepentingan lainnya turut serta dalam pengamanan ini.
Polda Kalsel mendirikan infrastruktur pengamanan yang komprehensif untuk mendukung operasi ini. Tiga posko terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan telah disiapkan di berbagai lokasi strategis.
Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pelayanan informasi, serta titik respons cepat terhadap segala insiden. Keberadaan posko dan pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Fokus utama operasi ini adalah menjaga ketertiban umum dan meminimalisir risiko selama periode mudik dan balik Lebaran. Seluruh personel telah dibekali dengan arahan dan prosedur standar operasional yang ketat.
Titik Krusial Pengamanan dan Pencegahan Kejahatan
Pengamanan Lebaran ini menyasar berbagai area yang diprediksi akan padat aktivitas. Jalur-jalur mudik menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pemudik.
Selain itu, tempat-tempat ibadah seperti masjid dan lokasi shalat Id juga mendapatkan perhatian khusus untuk menjamin kekhusyukan umat beribadah. Tempat rekreasi di Kalimantan Selatan juga tidak luput dari pengawasan.
Kapolda Kalsel menegaskan komitmen untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berakibat fatal. Langkah preventif seperti pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan pemasangan rambu tambahan telah dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.
Peningkatan patroli juga akan dilakukan di pemukiman penduduk yang ditinggal mudik penghuninya. Hal ini bertujuan untuk mencegah aksi pencurian rumah kosong yang kerap terjadi selama libur panjang.
Imbauan dan Langkah Preventif bagi Masyarakat
Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan. Salah satu langkah preventif yang disarankan adalah menitipkan kendaraan ke kantor polisi terdekat ataupun Koramil jika ditinggal di rumah dalam kondisi kosong.
Imbauan ini ditujukan bagi warga yang meninggalkan rumah dalam kondisi kosong saat mudik. Penitipan kendaraan dapat mengurangi risiko pencurian dan memberikan ketenangan bagi pemiliknya selama bepergian.
Kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Operasi Ketupat Intan 2026. Kesadaran kolektif untuk saling menjaga lingkungan akan menciptakan suasana Lebaran yang aman dan damai.
Polda Kalsel juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memaksakan diri saat kelelahan.
Sumber: AntaraNews