Polda Sulteng Siapkan 92 Pos Pengamanan untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Polda Sulteng mengerahkan 92 pos pengamanan dan ribuan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Tinombala demi suksesnya Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tengah. Simak detail persiapannya!
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) telah mengambil langkah antisipatif menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Mereka menyiapkan 92 pos pengamanan dan pelayanan mudik. Operasi ini dikenal dengan sandi Ketupat Tinombala.
Persiapan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 3.739 personel gabungan akan terlibat aktif dalam pengamanan ini.
Strategi Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026
Dari total 92 pos yang didirikan, terdapat 58 pos pengamanan (pospam) yang fokus pada pengaturan arus lalu lintas. Pos ini juga berfungsi untuk pencegahan tindak pidana dan penanganan gangguan keamanan di jalan.
Selain itu, 19 pos pelayanan (posyan) disiapkan untuk memberikan berbagai fasilitas penting kepada masyarakat. Layanan yang tersedia meliputi informasi perjalanan, bantuan medis darurat, hingga tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik.
Ada pula 15 pos terpadu yang dioperasikan secara kolaboratif dengan lintas instansi terkait. Pos terpadu ini menawarkan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi menekankan pentingnya peran setiap pos dalam menjaga ketertiban umum. Setiap pos memiliki fungsi spesifik untuk mendukung kelancaran Mudik Lebaran 2026.
Kolaborasi Personel dan Objek Pengamanan
Operasi Ketupat Tinombala 2026 melibatkan total 3.739 personel gabungan dari berbagai instansi. Rinciannya adalah 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Seluruh pos pengamanan ini akan mengamankan sekitar 4.630 objek vital dan keramaian di Sulawesi Tengah. Objek-objek tersebut meliputi masjid, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, dan bandara.
Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan dan tempat wisata yang diperkirakan akan ramai dikunjungi masyarakat juga menjadi prioritas pengamanan. Ini untuk memastikan keamanan di berbagai titik keramaian selama Mudik Lebaran 2026.
Kolaborasi antarinstansi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan suasana kondusif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan tanpa rasa khawatir.
Tujuan dan Harapan Operasi Ketupat Tinombala
Pengamanan intensif ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Kondisi ini sangat penting selama seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri berlangsung.
Melalui Operasi Ketupat Tinombala, diharapkan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik mereka dengan aman dan nyaman. Ini termasuk saat mereka kembali ke kampung halaman dan merayakan hari raya.
Kapolda Irjen Pol. Endi Sutendi berharap operasi ini dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, pengalaman Mudik Lebaran 2026 akan menjadi lebih positif bagi semua.
Fokus utama adalah memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan maksimal kepada seluruh masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan Idul Fitri yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Sumber: AntaraNews