Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, telah menyiapkan sebanyak 350 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penyiagaan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026 yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Personel gabungan ini akan bertugas di berbagai titik strategis di wilayah Situbondo selama periode Lebaran.
Ratusan personel ini berasal dari berbagai instansi, termasuk Polres Situbondo, Kodim 0823, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pramuka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas. Fokus utama operasi ini adalah memastikan perjalanan pemudik berjalan aman dan nyaman.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan pemerintah daerah sangat penting dalam operasi ini. "Kami melibatkan TNI dan pemerintah daerah selama operasi ketupat untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang melakukan aktivitas mudik hingga balik Lebaran," ujarnya di Situbondo pada Kamis (13/3).
Advertisement
Advertisement
Untuk menunjang kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Situbondo telah mendirikan enam pos pengamanan dan pos pelayanan, serta pos terpadu di sepanjang jalur pantura. Pos-pos ini dirancang untuk memberikan bantuan dan informasi kepada para pemudik yang melintas. Keberadaan posko ini menjadi kunci dalam strategi pengamanan mudik Lebaran Situbondo.
Dua pos terpadu ditempatkan di lokasi strategis, yaitu di pintu keluar jalan tol Situbondo barat dan di Pelabuhan Jangkar. Selain itu, satu pos pelayanan berlokasi di kawasan Alun-Alun Situbondo untuk melayani kebutuhan masyarakat di pusat kota. Dua pos pengamanan lainnya berada di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih dan di kawasan Taman Nasional Baluran, yang merupakan jalur pantura hutan Baluran.
Penempatan pos-pos ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kepadatan lalu lintas di jalur-jalur vital. Petugas di posko akan siap siaga 24 jam untuk merespons setiap situasi yang mungkin timbul. Pengamanan Mudik Lebaran Situbondo menjadi prioritas utama.
Advertisement
Advertisement
Kapolres Bayu Anuwar Sidiqie juga menyoroti dua titik rawan yang menjadi fokus antisipasi dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Titik rawan pertama adalah di pintu keluar jalan tol Situbondo barat, tepatnya di Kecamatan Suboh, yang sering menjadi simpul kepadatan kendaraan. Titik rawan kedua berada di Pelabuhan Jangkar.
Di kedua titik rawan tersebut, didirikan pos terpadu untuk mengantisipasi berbagai permasalahan. Pos di pintu keluar tol Situbondo barat berfungsi untuk mencegah kemacetan di jalur pantura yang menghubungkan Jawa dan Bali. Sementara itu, pos di Pelabuhan Jangkar bertugas mengantisipasi kepadatan penumpang di penyeberangan lintasan Situbondo-Madura.
Antisipasi khusus ini menunjukkan keseriusan Polres Situbondo dalam menjaga kelancaran dan keselamatan selama periode mudik dan balik. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan yang aman bagi semua pengguna jalan. Pengamanan Mudik Lebaran Situbondo akan berjalan maksimal.
Advertisement
Advertisement
Operasi Ketupat Semeru 2026 secara keseluruhan bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran arus lalu lintas. Fokus utama adalah pada saat arus mudik dan balik Lebaran, di mana volume kendaraan dan aktivitas masyarakat meningkat drastis. Operasi ini merupakan upaya komprehensif untuk menjaga stabilitas selama perayaan Idul Fitri.
"Operasi Ketupat Semeru 2026 ini untuk menciptakan keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada saat arus mudik dan balik Lebaran," tegas Kapolres Bayu. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pihak kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat.
Operasi Pengamanan Mudik Lebaran Situbondo ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret mendatang. Selama periode tersebut, seluruh personel gabungan akan bekerja secara sinergis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan mudik dan balik berjalan lancar dan aman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews