Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menunjukkan kesiapan penuh dalam menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 103 personel gabungan telah dikerahkan dalam Operasi Kepolisian Terpusat 'Ketupat Talabang 2026'. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama periode mudik dan perayaan Lebaran di wilayah tersebut.
Operasi 'Ketupat Talabang 2026' ini melibatkan sinergi antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Kesehatan. Seluruh personel akan ditempatkan pada sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan strategis. Apel Gelar Pasukan telah dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Polres Kapuas, dipimpin oleh Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menandai dimulainya kesiapan ini.
Tujuan utama operasi ini adalah untuk menciptakan suasana mudik dan perayaan Idul Fitri yang aman, nyaman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. Selain pengerahan personel, Polres Kapuas juga mendirikan tiga pos terpadu. Pos-pos ini akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengamanan selama periode Lebaran 2026.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan Idul Fitri Kapuas
Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka menjelaskan bahwa 103 personel gabungan akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Mereka akan bertugas di pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan. Apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen lintas sektor.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menekankan bahwa apel gelar pasukan ini menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen dan sinergitas antarlembaga dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026. Tujuannya agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman dan tertib.
Polres Kapuas juga telah mendirikan tiga pos terpadu untuk mendukung Pengamanan Idul Fitri Kapuas. Pos-pos ini akan menjadi pusat informasi dan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Lokasi pos yang disiapkan meliputi:
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Arus Mudik dan Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah terus mencermati dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk gejolak harga minyak dunia. Kondisi ini dapat berdampak pada ekonomi nasional, sehingga langkah strategis terus diambil. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas melalui penguatan diplomasi internasional serta kebijakan ekonomi yang mendukung stabilitas harga.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap mencukupi. Masyarakat diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian panik atau panic buying. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan energi.
Perayaan Idul Fitri merupakan agenda nasional yang mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini menunjukkan besarnya mobilitas dan potensi ekonomi yang terjadi.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pengamanan Objek Vital dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama masa mudik dan libur Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan di seluruh Indonesia. Pengamanan Idul Fitri Kapuas menjadi bagian integral dari operasi nasional ini.
Polri juga menyiapkan ribuan pos pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pos-pos ini terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan. Pengamanan akan difokuskan pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Dodo mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar mempedomani kebijakan pemerintah terkait pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik. Ini termasuk penerapan rekayasa lalu lintas serta pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Personel juga diminta meningkatkan patroli pada titik-titik rawan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok.
Advertisement
Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran juga ditekankan. Kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi menjadi prioritas. Dengan langkah-langkah komprehensif ini, pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Kapuas diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Sumber: AntaraNews