Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan perayaan Paskah Nasional 2026. Pengamanan ini berpusat di Kabupaten Sigi, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri melindungi serta melayani masyarakat.
Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Sulteng, Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, menyampaikan bahwa pengamanan Paskah tahun ini terintegrasi dengan berbagai agenda. Kegiatan tersebut mencakup pawai karnaval dan Paskah Pemuda, yang diprediksi akan melibatkan banyak partisipasi masyarakat. Fokus utama adalah mengantisipasi potensi kerawanan.
Dengan sisa waktu dua hari menuju puncak perayaan pada 26 April 2026, seluruh personel diminta memaksimalkan persiapan. Kesiapan fisik, mental, dan strategi pengamanan di lapangan menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir.
Advertisement
Advertisement
Pengamanan Paskah Nasional 2026 di Kabupaten Sigi melibatkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya yang bahu-membahu dalam tugas ini. Sinergitas yang kuat antara semua pihak menjadi kunci utama keberhasilan operasi pengamanan berskala nasional.
Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom menekankan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, “sinergisitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan kegiatan nasional tersebut.” Kolaborasi ini esensial untuk menciptakan suasana kondusif.
Tugas pengamanan ini merupakan wujud nyata dari fungsi pokok Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Khususnya, Polri berupaya keras menjamin rasa aman bagi umat Kristiani yang merayakan Paskah. Hal ini sejalan dengan mandat konstitusional untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian acara Paskah Nasional 2026 tidak hanya berfokus pada ibadah keagamaan semata. Perayaan ini juga dirangkaikan dengan pawai karnaval yang meriah dan kegiatan Paskah Pemuda. Kedua acara tersebut diperkirakan akan menarik partisipasi masyarakat dalam jumlah besar, sehingga memerlukan perhatian ekstra.
Kombes Pol Gultom menggarisbawahi pentingnya antisipasi potensi kerawanan. “Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga dirangkaikan dengan pawai karnaval dan Paskah Pemuda. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan mampu mengantisipasi potensi kerawanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Polda Sulteng berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama rangkaian Paskah. Setiap personel diharapkan menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi. Upaya ini bertujuan agar umat Kristiani dapat merayakan Paskah dengan khidmat dan sukacita.
Advertisement
Advertisement
Puncak perayaan Hari Paskah Nasional pada Minggu, 26 April 2026, direncanakan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur termasuk di antara tamu kehormatan. Kehadiran mereka menambah kompleksitas kebutuhan pengamanan.
Kombes Pol Gultom menegaskan bahwa kehadiran para pejabat negara menjadi perhatian khusus bagi aparat keamanan. Ia menyatakan, “Kehadiran para pejabat negara tentu menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, pengamanan harus dilaksanakan secara optimal, terpadu, dan profesional.” Setiap detail kecil harus diperhatikan.
Harapan besar menyertai seluruh rangkaian kegiatan Paskah Nasional 2026 agar berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat. Selain itu, perayaan ini diharapkan dapat semakin mempererat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tengah. Ini adalah tujuan mulia yang ingin dicapai melalui pengamanan yang ketat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews