Polda Sulbar Kerahkan 1.098 Personel Gabungan untuk Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Polda Sulbar mengerahkan 1.098 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Marano 2026. Ini untuk memastikan Pengamanan Idul Fitri 1447 H berjalan lancar, terutama saat arus mudik dan balik yang diprediksi melonjak, demi mewujudkan 'Mudik Aman, Keluarga Bahag

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sulbar Kerahkan 1.098 Personel Gabungan untuk Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Polda Sulbar mengerahkan 1.098 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Marano 2026. Ini untuk memastikan Pengamanan Idul Fitri 1447 H berjalan lancar, terutama saat arus mudik dan balik yang diprediksi melonjak, demi mewujudkan 'Mudik Aman, Keluarga Bahag (AntaraNews)

Polda Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengerahkan 1.098 personel gabungan dalam rangka Operasi Ketupat Marano 2026. Pengerahan ini bertujuan utama untuk menjamin keamanan selama periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan di Mamuju, menandai dimulainya kesiapan pengamanan.

Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengelolaan lonjakan pergerakan masyarakat. Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan situasi yang kondusif. Hal ini diungkapkan saat apel gelar pasukan Operasi Terpusat Ketupat Marano 2026.

Tema yang diusung dalam operasi tahun ini adalah 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', menekankan komitmen bersama untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kesiapan personel, sarana, dan prasarana menjadi prioritas utama demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Idul Fitri.

Kesiapan Personel dan Sinergi Lintas Sektor

Sebanyak 1.098 personel gabungan dikerahkan untuk Operasi Ketupat Marano 2026, mencakup 471 personel Polri dan 627 personel dari berbagai instansi terkait. Instansi pendukung tersebut meliputi TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta BPBD.

Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur ini merupakan bukti nyata kuatnya sinergi lintas sektor. Sinergi tersebut sangat krusial dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri.

Apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar pada Kamis lalu, bukan sekadar agenda seremonial. Apel ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi dimulai secara resmi.

Penyematan tanda pita operasi kepada perwakilan personel menjadi simbol kesiapan dan komitmen bersama. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam memberikan perlindungan serta pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode libur panjang Idul Fitri.

Fokus Pengamanan Arus Mudik dan Balik

Operasi Ketupat Marano 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Pengamanan difokuskan secara khusus pada pengelolaan arus mudik dan balik yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama diprediksi pada 14-15 Maret, diikuti gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.

Sementara itu, puncak arus balik juga diperkirakan akan terjadi dalam dua periode. Periode pertama jatuh pada 24-25 Maret, dan periode kedua pada 28-29 Maret 2026.

Strategi pengamanan telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan di jalur-jalur utama, terminal, pelabuhan, dan lokasi strategis lainnya. Ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.

Komitmen Pelayanan dan Informasi Publik

Kapolda Sulbar menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif agar seluruh informasi terkait pengamanan mudik dapat diterima masyarakat secara luas. Berbagai kanal informasi akan dimaksimalkan untuk menyebarkan pesan-pesan keselamatan dan panduan perjalanan.

Layanan darurat 110 juga disiagakan selama 24 jam penuh untuk menerima laporan maupun permintaan bantuan dari masyarakat. Layanan ini menjadi garda terdepan dalam merespons setiap situasi darurat yang mungkin terjadi selama periode operasi.

Keberhasilan Operasi Ketupat ini tidak dapat diraih sendiri, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan instansi. Peningkatan soliditas dan sinergitas menjadi kunci agar setiap langkah mudik masyarakat penuh keamanan dan kenyamanan.

Melalui upaya kolektif ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan bahagia. Pengamanan yang komprehensif ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dan aparat dalam melayani masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi