Pencarian Korban Longsor Cilacap: Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak dan Alat Berat
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian korban longsor di Cilacap dengan mengerahkan sembilan anjing pelacak dan alat berat, berupaya menemukan 20 warga yang masih tertimbun.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan secara intensif melanjutkan operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pada hari ketiga operasi, Sabtu (15/11), tim mengerahkan sembilan anjing pelacak dan sembilan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Upaya ini difokuskan pada titik-titik sulit dijangkau guna menemukan warga yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menjelaskan bahwa anjing pelacak berasal dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng, yang diterjunkan untuk membantu pencarian. Selain itu, personel gabungan dari berbagai instansi juga turut serta dalam operasi kemanusiaan ini. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan dukungan logistik dan medis di lapangan berjalan optimal.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB ini menimbun sejumlah rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya keras mencari 20 warga yang dilaporkan tertimbun, terdiri atas enam warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut.
Strategi Pencarian dan Sumber Daya yang Dikerahkan
Dalam operasi pencarian korban longsor Cilacap, tim SAR gabungan mengoptimalkan penggunaan teknologi dan sumber daya manusia. Sembilan anjing pelacak dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit diakses. Selain itu, sembilan alat berat juga dioperasikan untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses.
Muhammad Abdullah menyatakan, “Sembilan anjing pelacak yang berasal dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng itu diterjunkan untuk membantu mempercepat proses pencarian di titik-titik yang sulit dijangkau.” Pengerahan anjing pelacak ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas pencarian di tengah kondisi medan yang berat.
Operasi SAR dilakukan pada lima worksite pencarian yang berbeda, masing-masing dengan perkiraan jumlah korban. Worksite A-1 diperkirakan terdapat tiga orang, A-2 tujuh orang, A-3 empat orang, B-1 empat orang, dan B-2 dua orang dalam pencarian. Pembagian area ini bertujuan agar proses pencarian lebih terstruktur dan efisien.
Dampak Bencana dan Kondisi Korban Longsor
Bencana tanah longsor di Cilacap ini telah menimbulkan dampak yang luas terhadap permukiman warga. Berdasarkan pendataan sementara, total korban mencapai 46 orang, dengan 23 orang selamat, dua meninggal dunia saat pendataan awal, dan 21 orang dilaporkan hilang. Data terbaru pada Jumat (14/11) pukul 11.00 WIB, tiga korban longsor ditemukan meninggal dunia, yaitu Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45), ketiganya dari Dusun Tarukahan.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Longsor merusak 12 rumah warga dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman serta menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter, menunjukkan parahnya kondisi geologis di lokasi kejadian.
Tiga warga, yakni Maya, Haryanto, dan Andi, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Majenang. Posko terpadu terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan distribusi logistik, peralatan pencarian, serta dukungan medis bagi petugas di lapangan berjalan optimal, sekaligus memberikan bantuan kepada korban selamat dan terluka.
Sumber: AntaraNews