Tim SAR Persempit Sektor Pencarian Korban Longsor Cilacap, Fokus pada 12 Korban Hilang

Tim SAR gabungan mempersempit area pencarian korban longsor Cilacap di Desa Cibeunying pada hari keempat, fokus pada 12 korban yang masih hilang di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Persempit Sektor Pencarian Korban Longsor Cilacap, Fokus pada 12 Korban Hilang
Tim SAR gabungan mempersempit area pencarian korban longsor Cilacap di Desa Cibeunying pada hari keempat, fokus pada 12 korban yang masih hilang di tengah tantangan cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Cilacap, 16 November 2023 – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari keempat pada Minggu (16/11). Tim SAR gabungan kini mempersempit sektor pencarian, berfokus pada area yang lebih spesifik setelah mengevaluasi seluruh titik prioritas yang sebelumnya.

Langkah penyempitan ini diambil guna mengoptimalkan upaya penemuan 12 korban yang masih dinyatakan hilang akibat insiden tragis tersebut. Fokus utama pencarian korban longsor Cilacap saat ini berada di dua sektor utama dengan empat lokasi kerja (worksite) yang telah ditentukan.

Bencana tanah longsor ini sendiri terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Sejak saat itu, ratusan personel dan puluhan alat berat dikerahkan untuk mencari para korban yang tertimbun material longsor.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menjelaskan bahwa penyempitan skema pencarian dilakukan setelah Worksite A3 dinyatakan selesai dan seluruh korban di titik tersebut berhasil ditemukan. "Hari ini (16/11) pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B, masing-masing pada Worksite A1, A2, B1, dan B2," ujar Abdullah.

Operasi pencarian korban longsor Cilacap ini mengerahkan sumber daya besar, termasuk 21 ekskavator, 17 alat bantu kompresor, dan sembilan anjing pelacak. Lebih dari 600 personel gabungan terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan ini, bekerja tanpa henti untuk menemukan para korban.

Pada Worksite A1 dan A2 yang berlokasi di Dusun Cibuyut, masih ada enam korban dalam pencarian. Sementara itu, di Worksite B1 dan B2 di Dusun Tarukahan, enam korban lainnya juga masih terus dicari. Asesmen lapangan yang dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lain memastikan bahwa titik-titik pencarian tidak mengalami perubahan signifikan.

Setiap worksite memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Abdullah menambahkan, "Jika ada pergeseran satu hingga dua meter, area itu masih terkendali dalam rencana operasi." Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan serius. Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz, mengungkapkan bahwa hujan deras pada Sabtu (15/11) malam membuat lokasi tergenang dan tanah berubah menjadi seperti bubur. "Ini menambah tantangan bagi kami, sehingga koordinasi antar-tim harus lebih solid," tegasnya, menyoroti pentingnya sinergi dalam operasi pencarian korban longsor Cilacap ini.

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Cibeunying pada Kamis (13/11) malam telah menyebabkan kerusakan parah. Material longsor menimbun permukiman warga, merusak 12 rumah, dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter juga teridentifikasi di lokasi kejadian.

Berdasarkan pendataan awal usai kejadian, total korban mencapai 46 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat, dua orang dilaporkan meninggal dunia pada tahap awal, dan 21 orang dinyatakan hilang. Upaya pencarian korban longsor Cilacap terus dilakukan dengan intensitas tinggi.

Pada hari kedua pencarian, Jumat (14/11), tim SAR berhasil menemukan satu korban meninggal dunia. Kemudian, pada hari ketiga pencarian, Sabtu (15/11), delapan korban meninggal dunia lainnya ditemukan. Dengan demikian, total korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai sembilan orang, dan masih terdapat 12 korban yang hingga kini masih dalam pencarian intensif. Dukungan alat berat terus ditingkatkan, termasuk tiga unit ekskavator PC200 dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, untuk mempercepat proses evakuasi dan penemuan korban.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi