Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif di area terdampak tanah longsor di Dusun Cibuyut dan Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pencarian ini bertujuan untuk menemukan korban yang diperkirakan masih tertimbun material longsoran. Hingga Sabtu sore, total 11 korban telah ditemukan, namun 12 korban lainnya masih dalam pencarian.
Proses pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Hujan dengan intensitas tinggi seringkali menyebabkan longsor susulan dan banjir bandang, menghambat pergerakan tim di lapangan. Kendala ini membuat upaya evakuasi dan pencarian korban menjadi lebih kompleks dan berisiko bagi para relawan yang bertugas.
Meski demikian, tim pencarian dengan dukungan sejumlah relawan tetap berkomitmen untuk menemukan sisa korban yang hilang. Penambahan alat berat diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi, mengingat kedalaman material tanah yang menutupi area pemukiman terdampak. DMC Dompet Dhuafa juga menyiagakan tim medis dan ambulans untuk penanganan penyintas di pengungsian.
Advertisement
Advertisement
Kendala Cuaca dan Upaya Pencarian Korban Longsor Cilacap
Upaya pencarian korban longsor di Cilacap terus berlangsung di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan deras menjadi faktor utama yang menghambat proses evakuasi dan meningkatkan risiko longsor susulan. Kondisi ini membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan semua pihak.
Penanggung Jawab DMC Dompet Dhuafa, Santoso, menjelaskan bahwa kendala cuaca menjadi tantangan terbesar. "Alhamdulillah, delapan korban yang sudah ditemukan, ditambah tiga korban sebelumnya, total menjadi 11 korban hingga Sabtu sore. Sementara 12 korban masih dalam pencarian," ujar Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, seperti dikutip dari ANTARA.
Tim pencarian telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses ini. Dengan penambahan alat berat, diharapkan dapat memudahkan pencarian di lokasi, mengingat dalamnya permukaan tanah yang menutupi area pemukiman yang terdampak. Fokus utama adalah menemukan korban yang masih tertimbun secepat mungkin.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Kemanusiaan dan Strategi Tim SAR Gabungan
DMC Dompet Dhuafa tidak hanya fokus pada pencarian korban, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan bagi para penyintas. Tim medis beserta ambulans telah disiagakan untuk penanganan korban luka dan pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa paket makanan dan penerangan juga terus disalurkan.
Sementara itu, Tim SAR gabungan telah mempersempit sektor pencarian pada hari keempat operasi penanganan longsor. Fokus pencarian kini dipusatkan pada dua sektor dan empat worksite, setelah area sebelumnya dinilai tuntas dan seluruh titik prioritas dievaluasi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pencarian.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menjelaskan penyempitan skema ini dilakukan karena Worksite A3 telah selesai dan seluruh korban di titik tersebut ditemukan. "Hari ini (16/11) pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B, masing-masing pada Worksite A1, A2, B1, dan B2. Kita mengerahkan 21 ekskavator, 17 alat bantu kompresor, sembilan anjing pelacak, serta lebih dari 600 personel," katanya. Sumber daya besar ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan bencana longsor Cilacap.
Advertisement
- Alat Berat Dikerahkan: 21 ekskavator dan 17 alat bantu kompresor.
- Anjing Pelacak: Sembilan anjing pelacak membantu pencarian korban.
- Personel: Lebih dari 600 personel gabungan terlibat dalam operasi.
- Bantuan Medis: Tim medis dan ambulans dari DMC Dompet Dhuafa disiagakan.
- Kebutuhan Mendesak: Paket makanan dan penerangan menjadi prioritas bagi penyintas.
Sumber: AntaraNews