Korban Longsor Cilacap Capai 12 Orang, Pencarian Terus Berlanjut di Hari Keempat
Jumlah korban tewas akibat bencana longsor di Desa Cibeunying, Cilacap, terus meningkat, mencapai 12 orang pada hari keempat pencarian. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan 11 korban lainnya.
Cilacap, Jawa Tengah, 16 November 2023 – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Cilacap, Jawa Tengah, telah bertambah menjadi 12 orang. Data tersebut tercatat pada Minggu, 16 November, seiring dengan masuknya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) ke hari keempat sejak tragedi tersebut terjadi.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, di lokasi kejadian menyatakan bahwa korban terbaru yang ditemukan adalah Kasrinah, seorang wanita berusia 47 tahun. Jenazah Kasrinah berhasil ditemukan pada hari Minggu sekitar pukul 12.00 waktu setempat, menambah daftar panjang korban jiwa dalam insiden tragis ini.
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Pihak berwenang mengerahkan sumber daya besar untuk mempercepat proses penemuan korban yang masih hilang.
Upaya Pencarian Intensif dan Identifikasi Korban
Muhammad Abdullah menjelaskan bahwa untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan dan personel. "Kami mengerahkan 21 ekskavator, 17 set kompresor udara, sembilan anjing pelacak, dan lebih dari 600 personel untuk mempercepat pencarian dan pengambilan korban," ujar Abdullah.
Kasrinah ditemukan di area pencarian yang ditetapkan sebagai "A-2" di Dusun Cibuyut. Dengan penemuan ini, jumlah korban hilang saat ini masih mencapai 11 orang. Lima orang di antaranya masih belum ditemukan di Dusun Cibuyut, sementara enam orang lainnya masih hilang di area kerja "B-1" dan "B-2" yang mencakup Dusun Tarukahan.
Bencana longsor ini melanda Dusun Tarukahan dan Cibuyut di Desa Cibeunying, Kecamatan Cilacap, pada Kamis, 13 November, pukul 19.00 waktu setempat. Pada akhir hari pertama operasi SAR, dua individu ditemukan meninggal dunia, sementara 21 lainnya dilaporkan hilang.
Satu korban hilang ditemukan meninggal pada hari kedua operasi SAR, Jumat, 14 November. Kemudian, delapan korban lainnya ditemukan meninggal pada hari ketiga, Sabtu, 15 November, sebelum penemuan Kasrinah pada hari keempat.
Dampak Bencana dan Respons Cepat Pemerintah
Bencana longsor ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Sebanyak 12 rumah rusak parah, sementara 16 rumah lainnya terancam di area seluas 6,5 hektar. Selain menimbun area di dua dusun, longsor juga menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter dan retakan sepanjang 25 meter di area terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan respons darurat yang cepat terhadap longsor di Kabupaten Cilacap. "Presiden menyampaikan belasungkawa. Beliau menginstruksikan BNPB untuk mengerahkan personel ke lokasi dan membantu menyelesaikan respons longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai," kata Budi Irawan, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, dalam pernyataan yang diterima pada Sabtu.
BNPB juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi hingga Minggu, terutama di wilayah cekungan Majenang yang rawan longsor. Peringatan ini penting untuk mencegah adanya korban tambahan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi bencana.
Sumber: AntaraNews