Tim SAR Maksimalkan Pencarian Korban Longsor Cilacap Hari Ke-10
Tim SAR gabungan terus memaksimalkan pencarian korban longsor Cilacap di Desa Cibeunying pada hari ke-10, fokus pada dua lokasi utama untuk menemukan dua korban yang masih hilang.
Cilacap, 22 November 2024 – Tim SAR gabungan terus berupaya keras dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Memasuki hari ke-10, fokus pencarian diarahkan pada dua lokasi kerja utama, yakni Worksite A-1 dan B-1, dengan harapan dapat menemukan dua warga yang masih dinyatakan hilang.
Upaya evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat, menunjukkan keseriusan tim dalam menuntaskan misi kemanusiaan ini. Kondisi medan yang sulit dan material longsoran yang tebal menjadi tantangan utama bagi para petugas di lapangan. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan efektivitas dan keselamatan selama operasi berlangsung.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 13 November lalu, telah menimbun sejumlah rumah warga dan menyebabkan kerugian besar. Hingga saat ini, tim terus bekerja tanpa henti, didukung oleh berbagai elemen masyarakat dan relawan, demi memberikan kepastian kepada keluarga korban yang menanti.
Fokus Operasi Pencarian dan Penambahan Personel
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan bahwa penambahan personel dilakukan di Worksite A-1. Penambahan ini diperlukan karena proses evakuasi di lokasi tersebut membutuhkan penggunaan alkon dan peralatan ekstrikasi manual yang intensif. Metode ini dipilih untuk menyingkirkan material longsoran secara lebih teliti dan hati-hati.
Sementara itu, di Worksite B-1, tim SAR mengerahkan alat berat pada titik-titik yang telah ditandai. Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses pencarian di area yang lebih luas dan padat. Strategi ini diharapkan dapat mengefisienkan waktu dan tenaga, mengingat skala bencana yang cukup besar dan area pencarian yang menantang.
“Di Worksite B-1 kami mengerahkan alat berat di titik-titik yang telah ditandai untuk mempercepat pencarian,” kata Priyo Prayudha Utama. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil karena masih ada dua korban yang dalam pencarian, masing-masing satu orang di dua worksite tersebut.
Kronologi dan Dampak Bencana Longsor Cilacap
Bencana tanah longsor ini terjadi pada Kamis, 13 November pekan lalu, sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa nahas tersebut menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, secara tiba-tiba. Kejadian ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan awal usai kejadian, jumlah warga yang terdampak bencana tanah longsor mencapai 46 orang. Dari jumlah tersebut, 23 korban berhasil selamat, sedangkan dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia di awal kejadian. Sebanyak 21 orang lainnya dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi pencarian.
Hingga hari ke-10 operasi pencarian, Sabtu (22/11), pukul 08.00 WIB, data sementara menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying telah mencapai 21 orang. Dua warga yang masih dalam pencarian adalah Maysarah Salsabila (14) di Worksite A-1 dan Vani Hayati Lanjarsari (12) di Worksite B-1. Identifikasi dan evakuasi korban terus dilakukan dengan hati-hati oleh tim gabungan.
Evaluasi dan Harapan Ke Depan
Terkait kemungkinan perpanjangan operasi pencarian, Priyo Prayudha Utama menyatakan bahwa keputusan akan diambil setelah evaluasi menyeluruh pada Sabtu (22/11) sore. Evaluasi ini akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi lapangan, progres pencarian, dan potensi penemuan korban lebih lanjut. Tim akan menganalisis data dan informasi terbaru yang berhasil dikumpulkan.
“Kita lihat apakah ada tanda-tanda yang menguatkan untuk korban bisa kita evakuasi atau tidak,” ujar Priyo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan perpanjangan operasi akan didasarkan pada temuan konkret dan harapan untuk menemukan korban yang masih hilang. Harapan besar tetap menyertai setiap upaya yang dilakukan oleh tim SAR.
Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, semangat dan dedikasi tim SAR gabungan tidak pernah surut. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar juga menjadi motivasi penting. Semua pihak berharap agar dua korban yang masih hilang dapat segera ditemukan, sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lancat.
Sumber: AntaraNews