Tim SAR Temukan Tiga Korban Longsor Cilacap, Total Enam Meninggal Dunia
Operasi pencarian korban longsor Cilacap membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga jenazah baru, menambah jumlah korban meninggal menjadi enam orang. Berapa lagi yang masih hilang?
Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga jenazah korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, pada hari ketiga operasi pencarian, Sabtu. Penemuan ini menambah daftar korban yang telah ditemukan, menjadikan total enam korban meninggal dunia kini telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.
Ketiga korban terbaru diidentifikasi sebagai Muhammad Hafiz (6), Nurisnaini (30), dan Asmanto (70). Mereka ditemukan di worksite A2, area yang menjadi fokus utama pencarian. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat karena dalamnya timbunan material longsor yang mencapai beberapa meter.
Bencana tanah longsor ini terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Hingga kini, tim SAR terus berupaya menemukan 17 korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Kondisi medan yang menantang menjadi kendala utama dalam operasi pencarian korban longsor.
Perkembangan Operasi Pencarian dan Tantangan Medan
Penemuan tiga korban longsor Cilacap pada Sabtu pagi menjadi titik terang dalam operasi pencarian yang intensif. Muhammad Hafiz ditemukan pada pukul 10.06 WIB, disusul Nurisnaini pada pukul 10.44 WIB, dan Asmanto pada pukul 11.37 WIB, semuanya di titik yang sama, yakni worksite A2.
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan menyatakan bahwa penemuan ini merupakan hasil kerja maksimal tim. "Alhamdulillah, telah kita temukan lagi tiga jenazah sehingga praktis tinggal 17 lagi. Kita sudah bekerja secara maksimal. Dari pagi alat berat hanya ada dua, kemudian menjadi empat, dan sekarang sudah bertambah menjadi tujuh. Nantinya akan dibantu hingga 12 alat berat,” kata Budi Irawan saat konferensi pers di Desa Cibeunying.
Kondisi medan yang menantang, dengan para korban tertimbun material longsor pada kedalaman 3 hingga 8 meter, menjadi kendala utama. Oleh karena itu, penambahan alat berat sangat diperlukan untuk mempercepat proses penggalian dan memperluas area pencarian. Budi Irawan juga berharap cuaca mendukung agar proses evakuasi korban longsor ini bisa semakin cepat, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi sesuai arahan Presiden.
Strategi Pencarian dan Dukungan Berbagai Pihak
Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah menjelaskan bahwa operasi pencarian telah dibagi dalam dua sektor utama, yaitu sektor A dan sektor B. Sektor A mencakup tiga worksite (A1, A2, A3), sementara sektor B terdiri dari worksite B1 dan B2. Penemuan korban terbaru terjadi di worksite A2.
“Dalam pelaksanaan hari ketiga ini, dua korban pertama ditemukan di worksite A2 dalam kondisi meninggal dunia. Terbaru, pukul 11.37 WIB, satu body part (bagian tubuh) korban kembali terevakuasi dari lokasi yang sama,” ungkap Muhammad Abdullah. Proses evakuasi korban longsor dilakukan menggunakan ekskavator karena tebalnya material longsor dan kondisi tanah yang tidak stabil.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh jenazah korban longsor dibawa ke RSUD Majenang untuk proses identifikasi lanjutan oleh tim medis. Operasi SAR ini mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur, termasuk anjing pelacak dari TNI, Polri, dan Basarnas, pompa alkon, peralatan berat dari BNPB, serta personel dari organisasi potensi SAR dan instansi pemerintah lainnya. "Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya di beberapa titik yang telah dipetakan. Kami akan bekerja sampai seluruh korban ditemukan,” tegas Abdullah.
Dampak Bencana dan Data Korban Terkini
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB ini menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Berdasarkan pendataan sementara setelah kejadian, total korban mencapai 46 orang.
Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, dua meninggal dunia pada awal kejadian, dan 21 orang dilaporkan hilang. Tiga warga, yaitu Maya, Haryanto, serta Andi, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Majenang.
Dampak longsor juga merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter. Hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, enam korban longsor telah ditemukan meninggal dunia, sehingga masih ada 17 warga dalam pencarian aktif oleh tim gabungan.
Sumber: AntaraNews