Update Terbaru Longsor Cilacap: Korban Meninggal Bertambah Jadi 18 Orang, Lima Masih Dicari
Total korban akibat bencana tersebut tercatat 46 orang dengan rincian 23 orang selamat, 18 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian.
Personel Brimob Polda Jawa Tengah melalui Batalyon D Pelopor menemukan dua korban meninggal dunia dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Selasa (18/11).
Sebanyak 90 personel Batalyon D Pelopor dipimpin Wadanyon D Pelopor AKP Maryono diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban bersama Basarnas, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, Kombes Noor Hudaya mengatakan, pada pukul 15.03 WIB, tim SAR Brimob menemukan korban meninggal dunia atas nama Arumi Purnamasari (4) di sektor B2. Kemudian, untuk penemuan korban kedua terjadi pukul 16.12 WIB atas nama Lilis Safitri (39) di sektor yang sama.
"Proses pencarian sempat dihentikan pada pukul 16.30 WIB akibat hujan deras yang berpotensi membahayakan petugas. Seluruh personel kemudian siaga di Desa Cibeunying dan Polsek Majenang," kata Noor Hudaya dalam keterangannya, Rabu (19/11).
Jumlah Korban
Noor Hudaya menyebut, total korban akibat bencana tersebut tercatat 46 orang dengan rincian 23 orang selamat, 18 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam pencarian. Selain itu, 16 rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor.
"Sepanjang hari, tim Brimob tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga melakukan pemotongan kayu untuk jalur ekskavator, evakuasi kendaraan yang tertimbun," ujar dia.
Dia mengatakan, Brimob Polda Jateng telah mengerahkan pasukan secara maksimal dalam membantu pencarian korban.
“Seluruh personel Brimob kami kerahkan secara maksimal untuk membantu pencarian para korban. Penemuan dua korban hari ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus bekerja tanpa henti sampai seluruh korban ditemukan,” tegas dia.
Noor Hudaya menjelaskan, operasi kemanusiaan ini adalah bentuk kehadiran negara dalam situasi bencana.
“Brimob Polda Jawa Tengah akan terus bersinergi dengan Basarnas, TNI, relawan, dan seluruh unsur pemerintah. Ini merupakan tugas kemanusiaan, dan kami tidak akan menghentikan upaya pencarian sampai semua korban terdata dan tertangani,” jelas dia.
Dia memastikan, tim Brimob bersama unsur SAR lainnya akan melanjutkan pencarian terhadap lima korban yang masih belum ditemukan.