Tim SAR Temukan Delapan Korban Longsor Cilacap, Total 11 Jiwa Dievakuasi
Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan korban longsor Cilacap pada hari ketiga pencarian, menambah total korban dievakuasi menjadi 11 jiwa. Masih ada 10 korban lain yang belum ditemukan.
Tim search and rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan delapan korban meninggal dunia pada operasi pencarian hari ketiga bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu. Penemuan ini secara signifikan menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Operasi penyelamatan terus berlangsung intensif untuk menemukan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menjelaskan bahwa penemuan korban terjadi di beberapa titik lokasi pencarian yang telah ditentukan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur. Upaya keras tim SAR ini menunjukkan komitmen untuk menuntaskan misi kemanusiaan di tengah kondisi medan yang sulit.
Dengan tambahan delapan korban ini, total 11 jiwa telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana, sementara 10 korban lainnya masih dalam pencarian. Cuaca buruk sempat menjadi kendala, namun tim tetap bertekad melanjutkan operasi. Fokus pencarian akan diperluas ke sektor-sektor yang belum tuntas pada hari berikutnya.
Detail Penemuan Korban Longsor Cilacap
Operasi pencarian korban longsor Cilacap pada hari ketiga membuahkan hasil signifikan dengan penemuan pertama pukul 10.06 WIB atas nama Muhammad Dadi (9). Tidak lama berselang, tim kembali menemukan korban. "Selanjutnya pukul 10.44 WIB, kami kembali menemukan korban atas nama Nur Isnaini (30), dan pukul 11.17 WIB korban bernama Hasmanto berhasil dievakuasi. Ketiganya ditemukan di Worksite A-2, sehingga di lokasi tersebut masih tersisa lima korban yang belum ditemukan," kata Muhammad Abdullah.
Pencarian terus berlanjut hingga siang hari. Pada pukul 13.39 WIB, tim SAR menemukan Febriansyah (5) dalam kondisi meninggal dunia, disusul temuan jenazah Rizky Pratama (9) pada pukul 13.43 WIB dan Dani Setiawan (29) pada pukul 13.45 WIB. Selanjutnya, pukul 14.22 WIB, korban meninggal dunia atas nama Satini (28) berhasil ditemukan dari lokasi yang sama, yakni Worksite A-3. "Seluruh korban di Worksite A-3 telah ditemukan, sehingga dinyatakan clear," tambah Abdullah.
Sementara itu, dalam pencarian di Worksite A-1, tim SAR menemukan korban meninggal dunia atas nama Rusyanto (60) pada pukul 14.21 WIB. Dengan penemuan ini, jumlah korban yang belum ditemukan di Worksite A-1 tersisa dua orang. "Dengan demikian total delapan korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi pada hari ketiga operasi pencarian," jelas Abdullah, menegaskan hasil kerja keras tim di lapangan.
Perkembangan dan Fokus Operasi SAR Selanjutnya
Operasi SAR hari ketiga sempat menghadapi tantangan cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama tim SAR untuk menjaga keselamatan personel yang bertugas di lokasi bencana tanah longsor Cilacap. Meskipun demikian, semangat untuk menemukan semua korban tetap tinggi.
Pencarian korban akan dilanjutkan pada hari keempat, Minggu (16/11), mulai pukul 06.00 WIB, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Fokus operasi akan diarahkan pada dua sektor utama, yakni sektor A dan sektor B. "Di sektor A kami akan bergerak di Worksite A-1 dan A-2, sedangkan di sektor B di Worksite B-1 dan B-2. Worksite A-3 tidak lagi dilakukan pencarian karena seluruh korban sudah ditemukan," terang Muhammad Abdullah.
Sebagai strategi lanjutan, tim yang sebelumnya bertugas di Worksite A-3 dialihkan untuk memperkuat pencarian di Worksite A-2 dan B-2. Hal ini dilakukan karena masih terdapat korban yang belum ditemukan di beberapa lokasi. Berdasarkan laporan lapangan terakhir, lima korban masih dicari di Worksite A-2 dan dua korban di Worksite A-1. Tim berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia.
Harapan dan Jumlah Korban yang Masih Dicari
Dengan ditemukannya delapan korban pada hari ketiga operasi pencarian, secara keseluruhan telah ada 11 korban yang berhasil ditemukan dari bencana tanah longsor di Desa Cibeunying. Jumlah ini mencerminkan dedikasi tim SAR dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks. Setiap penemuan memberikan harapan sekaligus pengingat akan skala tragedi yang terjadi.
Namun, upaya pencarian belum berakhir, karena masih ada 10 korban yang belum ditemukan dan terus menjadi prioritas utama. Seluruh tim SAR gabungan berharap dapat segera menemukan semua korban. "Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar operasi SAR ini berjalan lancar, aman, dan seluruh korban dapat segera ditemukan," pungkas Muhammad Abdullah, mewakili seluruh personel yang bertugas.
Koordinasi antarlembaga dan dukungan logistik terus dioptimalkan untuk memastikan kelancaran operasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang relevan jika memiliki data terkait korban yang masih hilang. Solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam seperti tanah longsor ini.
Sumber: AntaraNews