Empat Korban Jiwa Dikonfirmasi Akibat Longsor Sampah di TPST Bantargebang
Tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3) menelan empat korban jiwa, sementara pencarian korban lain masih terus dilakukan. Simak kronologi dan upaya evakuasi terkini terkait longsor Ban
Longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3) menyebabkan empat orang meninggal dunia. Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Kusumo Wahyu Bintoro mengonfirmasi data korban meninggal dunia tersebut.
Empat korban meninggal dunia telah diidentifikasi, terdiri dari seorang pedagang kopi, seorang pemulung, dan dua sopir truk. Selain itu, dua sopir truk lainnya dilaporkan selamat dari kejadian tersebut. Pihak kepolisian menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran sampah, dengan estimasi total korban mencapai sekitar 10 orang.
Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung di lokasi kejadian, melibatkan berbagai unsur dari TNI-Polri hingga relawan. Tumpukan sampah yang longsor menutup akses jalan, menimpa warung kopi, serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi saat insiden terjadi. Kejadian ini menjadi perhatian serius dari aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Identifikasi Korban dan Upaya Pencarian Longsor Bantargebang
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Kusumo Wahyu Bintoro merinci identitas korban meninggal dunia akibat longsor Bantargebang. Mereka adalah S (60), seorang pedagang kopi; EW (26), seorang pemulung; DS (22), sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara; dan IS (40), yang juga berprofesi sebagai sopir truk. Identifikasi ini menjadi langkah awal dalam penanganan dampak bencana.
Selain korban meninggal, dua sopir truk berhasil selamat dari insiden longsoran sampah tersebut, yaitu J dan R. Namun, kepolisian menduga kuat masih ada korban lain yang tertimbun. Berdasarkan data sementara, diperkirakan total korban mencapai sekitar 10 orang, meliputi lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung di area tersebut.
Pencarian korban yang diduga masih tertimbun terus diintensifkan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi. Fokus utama saat ini adalah menemukan seluruh korban dan memastikan tidak ada lagi yang tertinggal di bawah reruntuhan sampah.
Kronologi dan Respons Darurat Insiden Longsor
Peristiwa longsor di TPST Bantargebang pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang melakukan kontrol keamanan. Saksi tersebut mendengar teriakan warga yang menginformasikan adanya longsor. Ia kemudian menyaksikan langsung gunungan sampah runtuh secara tiba-tiba, menutupi akses jalan dan menimpa warung serta beberapa truk sampah.
Informasi mengenai kejadian ini segera disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST, memicu respons cepat dari petugas. Personel Piket Polsek Bantargebang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan. Mereka segera melakukan pengecekan, pendataan korban, dan membantu proses evakuasi awal.
Evakuasi melibatkan berbagai unsur seperti TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam upaya penanganan darurat ini.
Peninjauan Lapangan dan Penyelidikan Lanjutan Longsor Bantargebang
Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Dekananto Eko Purwono turut meninjau langsung lokasi longsor Bantargebang. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan korban berjalan maksimal. Kehadiran pejabat tinggi kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menangani tragedi ini.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda dan Wakapolda memberikan arahan kepada personel gabungan. Mereka menekankan pentingnya fokus pada pencarian korban yang masih diduga tertimbun longsoran sampah. Penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat meminimalisir dampak lebih lanjut dari bencana.
Kerugian materiil akibat peristiwa longsor ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Selain itu, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian. Penyelidikan ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang dan menentukan langkah hukum yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews