Kapolda Metro Jaya Dukung Gerakan Pilah Sampah, Kunci Kebersihan Jakarta Menuju HUT ke-499

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan Gerakan Pilah Sampah krusial untuk menjaga kebersihan Jakarta, didukung penuh oleh Polri dan Pemprov DKI dalam rangka HUT ke-499 Jakarta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolda Metro Jaya Dukung Gerakan Pilah Sampah, Kunci Kebersihan Jakarta Menuju HUT ke-499
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan Gerakan Pilah Sampah krusial untuk menjaga kebersihan Jakarta, didukung penuh oleh Polri dan Pemprov DKI dalam rangka HUT ke-499 Jakarta. (AntaraNews)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan Gerakan Pilah Sampah merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan HUT ke-499 Jakarta. Kegiatan bertajuk “Jaga Jakarta Bersih; Pilah Sampah” ini berlangsung di Pedestrian Plaza Festival, Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. Polda Metro Jaya memberikan dukungan penuh terhadap upaya bersama menjaga Jakarta tetap bersih dan nyaman. Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta menuju usia 500 tahun pada 2027.

Persoalan sampah tidak dapat ditangani sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Asep Edi Suheri menekankan bahwa dampak besar bagi lingkungan akan terjadi jika dilakukan bersama-sama, dimulai dari hal kecil seperti memilah sampah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa Gerakan Pilah Sampah sangat positif untuk membangun kesadaran masyarakat. Polri mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini di seluruh wilayah Jakarta.

Dukungan Polda Metro Jaya terhadap gerakan ini juga merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah. Upaya ini mendukung program kebersihan lingkungan yang diinisiasi oleh Pemprov Jakarta. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial di tengah meningkatnya volume sampah di TPST Bantargebang.

Asep Edi Suheri menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah saja. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk mencapai tujuan kebersihan Jakarta. Memulai dari hal kecil seperti memilah sampah akan memberikan dampak besar bagi lingkungan kota.

Gerakan Pilah Sampah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Instruksi tersebut mewajibkan masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun tempat usaha. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa program pilah sampah ini diadakan secara resmi oleh Pemerintah Jakarta. Kegiatan ini tidak setengah-setengah karena berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu. Seluruh wilayah diharapkan dapat menerapkan Gerakan Pilah Sampah secara efektif.

Pramono Anung meyakini bahwa jika program pilah sampah berjalan berhasil, permasalahan sampah di Jakarta dapat ditangani dengan cepat. Pemisahan sampah organik dan anorganik akan sangat mengurangi beban pembuangan sampah ke TPST Bantargebang. Dengan demikian, hanya residu sampah yang nantinya akan dikirim ke TPST tersebut.

Efektivitas program Gerakan Pilah Sampah diharapkan mampu mengatasi masalah sampah yang selama ini terjadi di Jakarta. Dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, proses pengelolaan sampah menjadi lebih efisien. Hal ini akan berdampak signifikan pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat kota.

Saat ini, seluruh sampah diangkut ke Bantargebang tanpa pemilahan yang optimal. Namun, dengan dimulainya program ini, sampah organik dan anorganik akan dipisahkan terlebih dahulu. Pendekatan ini akan mengubah paradigma pengelolaan sampah di Jakarta secara fundamental.

Pramono Anung optimis bahwa Jakarta hanya perlu menimbun residu sampah jika program ini sukses. Ini merupakan langkah maju yang besar dalam upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan kota. Gerakan Pilah Sampah adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Jakarta yang lebih bersih dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi