Imbas Longsor Maut di Bantargebang, Pengiriman Sampah dari Jakarta Disetop Sementara
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor Bantargebang.
Pengiriman sampah dari wilayah DKI Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) dihentikan sementara menyusul proses evakuasi longsor di area tersebut. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor Bantargebang.
“Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang kami hentikan sementara untuk mendukung proses evakuasi serta memastikan keselamatan petugas di lokasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3).
Lokasi Pembuangan Sampah Darurat
Untuk mengantisipasi antrean truk sampah dari Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup telah menyiapkan sejumlah titik pembuangan darurat agar proses pengangkutan sampah tetap dapat berjalan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan truk sampah di jalan maupun di area TPST Bantargebang selama proses evakuasi berlangsung.
“Langkah ini kami ambil agar antrean truk sampah bisa diantisipasi dan pelayanan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan,” ujar Asep.
Belasan Eskavator Dikerahkan Buka Timbunan Sampah
Di sisi lain, Asep melanjutkan, proses evakuasi material longsor di TPST Bantargebang masih terus berlangsung. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 13 ekskavator untuk membuka timbunan sampah yang menutup kendaraan dan area terdampak.
“Langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan,” jelas dia.
Dalam peristiwa ini sebanyak tujuh truk sampah dilaporkan tertimbun longsoran. Hingga saat ini lima unit kendaraan telah berhasil dievakuasi, sementara dua unit lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim di lapangan.
“Tim gabungan hingga kini terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi,” kata Asep.