Pemkab Sampang Gencarkan Pemetaan Daerah Rawan Bencana, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, serius melakukan pemetaan daerah rawan bencana untuk mitigasi risiko. Ketahui wilayah mana saja yang masuk kategori rawan bencana di Sampang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, secara aktif memulai upaya pemetaan daerah yang memiliki potensi rawan bencana alam. Langkah ini diambil guna menekan risiko dan dampak yang mungkin timbul apabila terjadi bencana di wilayah tersebut. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Muhammad Hozin, menjelaskan bahwa pemetaan ini sangat krusial mengingat seringnya bencana terjadi saat perubahan musim. Fokus utama adalah pada jenis bencana yang umum terjadi selama periode transisi cuaca. Hal ini menjadi prioritas mengingat kondisi geografis Sampang.
Hozin menambahkan, bencana yang kerap melanda saat pancaroba dari musim hujan ke kemarau umumnya berupa hujan deras disertai angin kencang. Oleh karena itu, mitigasi bencana melalui pendataan potensi rawan dan penyuluhan kepada masyarakat di daerah berisiko tinggi menjadi sangat penting. Edukasi dini diharapkan dapat meminimalisir kerugian.
Identifikasi Wilayah Rawan dan Jenis Bencana di Sampang
Berdasarkan hasil pemetaan komprehensif yang telah dilakukan, dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, tujuh di antaranya teridentifikasi masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Tambelangan, Robatal, Kedungdung, Karangpenang, Sokobanah, Ketapang, dan Jrengik. Identifikasi ini menjadi dasar bagi langkah-langkah mitigasi selanjutnya.
Muhammad Hozin menjelaskan bahwa kecamatan-kecamatan ini umumnya memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana angin kencang atau puting beliung. Bahaya ini terutama meningkat signifikan saat periode pancaroba atau transisi musim. Selain itu, beberapa wilayah juga rentan terhadap bencana tanah longsor.
Kerentanan terhadap tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografis wilayah yang bervariasi, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan. Kombinasi faktor geografis dan perubahan cuaca ekstrem menjadikan daerah-daerah ini memerlukan perhatian khusus. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi sangat vital di lokasi-lokasi tersebut.
Imbauan Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Masyarakat Menghadapi Pancaroba
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Muhammad Hozin, juga menginformasikan bahwa berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode pancaroba di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sampang, diperkirakan masih akan berlangsung. Kondisi ini diprediksi hingga pertengahan Mei 2026. Informasi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Sampang telah secara proaktif menyampaikan sosialisasi langsung kepada masyarakat di tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan warga. Edukasi mengenai tanda-tanda cuaca ekstrem menjadi fokus utama dalam penyuluhan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti perubahan arah angin yang tiba-tiba atau langit yang mendadak gelap. Hozin menekankan pentingnya mencari tempat aman segera jika terjadi angin kencang. Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat mengurangi risiko cedera atau kerugian yang lebih besar saat beraktivitas di luar rumah.
Sumber: AntaraNews