Fakta Tragis: 10 Santri Asal Sampang Tewas di Ponpes Al-Khoziny Runtuh, BPBD Sampang Kawal Pemakaman

BPBD Sampang turut berduka dan memberikan bantuan penuh dalam proses pemakaman 10 santri asal Sampang yang menjadi korban reruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo. Bagaimana BPBD Sampang memastikan kelancaran proses ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Tragis: 10 Santri Asal Sampang Tewas di Ponpes Al-Khoziny Runtuh, BPBD Sampang Kawal Pemakaman
BPBD Sampang aktif membantu pemakaman 10 santri asal daerahnya yang menjadi korban tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, memastikan proses berjalan lancar. (AntaraNews)

Musibah tragis menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menyebabkan puluhan santri menjadi korban. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang kini mengambil peran penting dalam penanganan dampak musibah ini. Mereka memastikan para santri asal Sampang yang meninggal dunia mendapatkan proses pemakaman yang layak dan lancar.

Hingga saat ini, tercatat sepuluh santri asal Sampang telah meninggal dunia akibat insiden reruntuhan bangunan pondok pesantren tersebut. BPBD Sampang tidak hanya membantu proses pemakaman, tetapi juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Korban terakhir yang dimakamkan adalah Ubay Dinhai Azkal Askia (15), seorang santri dari Dusun Batuporo, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung. Proses pemakaman ini melibatkan pengawalan ketat sejak jenazah diberangkatkan dari Sidoarjo. BPBD Sampang berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk kelancaran seluruh tahapan.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Sampang, Fajar Arif Tufikurraham, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya membantu pemakaman. Mereka juga melakukan pengawalan penuh sejak jenazah diberangkatkan dari Sidoarjo. Seluruh proses ini berlangsung aman dan tertib berkat koordinasi yang baik. Ini melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur serta Forkopimcam Kedungdung.

Selain dukungan logistik dan pengawalan, BPBD Sampang juga memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. Hal ini penting untuk memastikan keluarga mendapatkan dukungan moral. Mereka juga memastikan seluruh proses pemulangan jenazah berjalan tanpa hambatan. Prioritas utama adalah kenyamanan dan ketenangan keluarga di tengah duka.

Sebelum Ubay Dinhai Azkal Askia, sembilan santri asal Sampang lainnya telah lebih dulu dipulangkan. Mereka berasal dari berbagai kecamatan seperti Torjun, Tambelangan, Jrengik, Sreseh, dan Kedungdung. BPBD Sampang memastikan setiap proses pemulangan berjalan lancar. Dukungan penuh terus diberikan kepada keluarga yang berduka.

Insiden runtuhnya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny terjadi pada Senin, 29 September, sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian tragis ini berlangsung saat ratusan santri sedang melaksanakan shalat Ashar di mushalla lantai satu. Struktur bangunan yang tiba-tiba ambruk mengejutkan semua pihak.

Total korban dalam musibah ini mencapai 171 orang, menunjukkan skala bencana yang cukup besar. Dari jumlah tersebut, 67 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 104 orang lainnya berhasil selamat. Tim DVI Polda Jatim bekerja keras untuk mengidentifikasi seluruh jenazah.

Identifikasi seluruh jenazah korban telah berhasil dilakukan oleh Tim DVI Polda Jatim, memastikan setiap korban teridentifikasi dengan baik. Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh komunitas pesantren. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan bantuan yang diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi