Tim SAR Perluas Area Pencarian Korban Longsor Cisarua di Hari Kesembilan
Operasi pencarian korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diperluas pada hari kesembilan, melibatkan tim gabungan dan teknologi canggih untuk menemukan 10 korban yang masih tertimbun.
Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Operasi ini memasuki hari kesembilan pada Minggu, 1 Februari, dengan fokus pada perluasan area pencarian.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa optimalisasi pencarian difokuskan pada sektor prioritas, sembari menjaga keselamatan personel dari risiko longsor susulan. Upaya ini dilakukan seiring bertambahnya unsur SAR gabungan di lapangan.
Hingga saat ini, tercatat 158 jiwa terdampak, dengan 78 orang selamat dan 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah. Sebanyak 10 orang lainnya masih diduga kuat tertimbun material longsoran dan menjadi target utama pencarian tim SAR.
Strategi dan Teknologi Pencarian Korban
Sebelum memulai pencarian, tim melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, dan menetapkan jalur evakuasi darurat bagi tim.
Setelah area dinyatakan aman oleh safety officer, 22 ekor anjing pelacak K-9 dikerahkan untuk menelusuri titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian yang telah ditetapkan.
Pencarian korban kemudian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB, berfokus pada Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie. Metode pencarian yang digunakan meliputi pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan yang sulit.
Pengerahan Alat Berat dan Personel Gabungan
Dalam operasi SAR gabungan ini, sebanyak 18 unit alat berat berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300, dikerahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Penggunaan alat berat ini dioptimalkan sesuai situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan.
Optimalisasi ini bertujuan agar pencarian tetap efektif tanpa mengabaikan keamanan personel yang bertugas di lokasi bencana. Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.
Operasi SAR melibatkan total 3.713 personel dari berbagai instansi. Unsur yang terlibat meliputi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.
Pencarian akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh 10 korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan tim gabungan dalam menuntaskan misi kemanusiaan ini, serta memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Sumber: AntaraNews