Pemakaman Massal Longsor Cisarua: 10 Jenazah Korban di Bandung Barat Belum Teridentifikasi

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar pemakaman massal bagi 10 jenazah korban longsor Cisarua yang belum teridentifikasi sepenuhnya. Proses identifikasi DNA masih terus berlanjut, menyisakan pertanyaan bagi keluarga korban Pemakaman Massal Longsor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemakaman Massal Longsor Cisarua: 10 Jenazah Korban di Bandung Barat Belum Teridentifikasi
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar pemakaman massal bagi 10 jenazah korban longsor Cisarua yang belum teridentifikasi sepenuhnya. Proses identifikasi DNA masih terus berlanjut, menyisakan pertanyaan bagi keluarga korban Pemakaman Massal Longsor. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah melaksanakan pemakaman massal untuk sepuluh jenazah korban longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Prosesi ini dilakukan pada Jumat, 27 Februari, sebagai langkah penanganan darurat. Jenazah-jenazah tersebut belum berhasil diidentifikasi secara penuh.

Sekretaris Daerah Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa sepuluh jenazah ini belum menemukan kecocokan dengan identitas pelapor. Pemakaman dilakukan dengan penandaan nomor post-mortem untuk memudahkan identifikasi di masa mendatang. Hal ini juga bertujuan menghormati para korban longsor Cisarua.

Seluruh jenazah telah diambil sampel DNA (Asam Deoksiribonukleat) untuk keperluan identifikasi. Namun, hingga kini belum ada sampel yang cocok dengan data pelapor. Pemakaman massal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menata lokasi terdampak bencana longsor.

Ade Zakir menegaskan bahwa semua jenazah yang dimakamkan telah diambil sampel DNA-nya. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kecocokan data dengan pihak pelapor yang mencari kerabatnya. Penandaan nomor post-mortem pada setiap jenazah menjadi kunci penting dalam proses ini.

Nomor penandaan tersebut akan memudahkan identifikasi di masa depan jika ada pelaporan baru atau ditemukan kecocokan data. Keluarga korban dapat mendatangi lokasi pemakaman sesuai dengan nomor penanda yang tertera. Hal ini memastikan bahwa setiap korban tetap dapat dikenali meskipun dimakamkan secara massal.

Upaya identifikasi melalui DNA merupakan prosedur standar dalam penanganan bencana. Ini memberikan harapan bagi keluarga yang masih mencari keberadaan anggota keluarganya. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus mendukung proses ini hingga tuntas.

Kegiatan pemakaman massal ini dilakukan dengan dua tujuan utama. Pertama, untuk menghormati para korban yang meninggal dunia akibat bencana longsor Cisarua. Kedua, untuk menata kembali lokasi terdampak longsor agar dapat kembali pulih.

Penandaan post-mortem pada setiap jenazah adalah langkah krusial. Ini bukan hanya untuk identifikasi saat ini, tetapi juga untuk jangka panjang. Dengan adanya nomor penanda, proses identifikasi di masa mendatang akan lebih terstruktur dan akurat.

Jenazah-jenazah ini diserahkan oleh Rumah Sakit Sartika Asih bersama Wakil Bupati KBB. Pemakaman dilakukan setelah Shalat Jumat, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani situasi ini. Langkah ini diambil setelah pertimbangan matang mengenai kondisi jenazah dan kebutuhan penanganan.

Kasubbidkespol Biddokes Polda Jawa Barat, AKBP Ani Rasiani, menjelaskan tantangan dalam proses identifikasi. Sebagian besar korban yang meninggal berasal dari satu keluarga inti, seperti ayah, ibu, dan anak. Kondisi ini membuat pencocokan DNA menjadi lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama.

Ani Rasiani menambahkan bahwa diperlukan tahap kedua untuk pencocokan DNA, yaitu dengan kerabat yang lebih jauh seperti sepupu atau saudara. Hal ini karena sampel DNA dari keluarga inti yang meninggal bersamaan tidak dapat langsung dibandingkan satu sama lain. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra dari tim forensik.

Meskipun jumlah kantong jenazah yang ditemukan berjumlah 12, jumlah individu yang meninggal tetap 10 orang. Hal ini karena ada dua kantong yang berisi bagian dari satu individu. Biddokes Polda Jawa Barat terus berupaya maksimal dalam menyelesaikan identifikasi para korban.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi