Tim SAR Gabungan Lanjutkan Evakuasi Longsor Cisarua, 64 Kantong Jenazah Ditemukan

Operasi pencarian korban Evakuasi Longsor Cisarua di Bandung Barat terus berlanjut. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi empat kantong jenazah baru, menambah total menjadi 64 kantong.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Lanjutkan Evakuasi Longsor Cisarua, 64 Kantong Jenazah Ditemukan
Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian korban longsor Cisarua di Bandung Barat, berhasil mengevakuasi empat kantong jenazah tambahan pada hari kedelapan operasi. (AntaraNews)

Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penemuan ini terjadi pada pagi hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu, 31 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa empat kantong jenazah ini dievakuasi di sejumlah worksite berbeda. Proses penemuan berlangsung dalam rentang waktu kurang dari dua jam, menunjukkan intensitas operasi.

Dengan temuan terbaru ini, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong. Operasi Evakuasi Longsor Cisarua terus berlanjut untuk mencari sekitar 16 jiwa korban yang masih diperkirakan hilang.

Detil Penemuan Empat Kantong Jenazah Baru dalam Evakuasi Longsor Cisarua

Ade Dian Permana, Kepala Kantor SAR Bandung, mengonfirmasi penemuan empat kantong jenazah pada hari kedelapan operasi. Penemuan ini menjadi bagian penting dari upaya Evakuasi Longsor Cisarua yang terus berlangsung.

Penemuan pertama tercatat pada pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B, mengindikasikan area pencarian yang luas. Selanjutnya, pada pukul 10.23 WIB, tim berhasil mengevakuasi satu kantong jenazah di Worksite A1.

Tidak berhenti di situ, dua kantong jenazah lainnya kembali ditemukan dalam waktu berdekatan. Masing-masing pada pukul 10.58 WIB dan 11.19 WIB di Worksite A2, menunjukkan keberhasilan tim di berbagai titik.

Tambahan temuan ini meningkatkan total kantong jenazah yang dievakuasi menjadi 64 hingga Sabtu pukul 11.30 WIB. Sementara itu, sekitar 16 jiwa korban masih dalam pencarian aktif di lokasi longsor Cisarua.

Strategi dan Pengerahan Sumber Daya dalam Operasi SAR Longsor Cisarua

Pada hari kedelapan operasi SAR, pencarian korban longsor Cisarua tetap dilaksanakan dengan strategi yang terstruktur. Personel dibagi ke dalam tiga sektor utama, yaitu sektor A, B, dan C, untuk efektivitas cakupan area.

Metode pencarian yang diterapkan sangat komprehensif, meliputi pencarian secara manual oleh tim. Selain itu, penggunaan anjing pelacak (K9) yang terlatih juga dimaksimalkan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan.

Operasi ini juga didukung penuh oleh alat berat yang esensial untuk memindahkan material longsor yang masif. Pengerahan alat berat sangat membantu dalam membuka akses dan mempercepat proses evakuasi.

Secara keseluruhan, sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, menunjukkan skala besar penanganan bencana. Mereka didukung oleh 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian.

Progres Identifikasi Korban dan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Bencana

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus memainkan peran krusial dalam proses identifikasi korban longsor Cisarua. Hingga saat ini, 49 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 50 kantong yang masuk proses.

Proses identifikasi ini melibatkan pemeriksaan forensik yang teliti untuk memastikan identitas korban. Sebanyak 13 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI.

Ade Dian Permana menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan tanpa henti. Keputusan ini sesuai dengan ketetapan Bupati Kabupaten Bandung Barat yang telah menetapkan masa tanggap darurat bencana longsor selama dua pekan.

Mengikuti arahan Kepala Basarnas, operasi Evakuasi Longsor Cisarua akan berlangsung hingga 6 Februari 2026. Ini menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan, menunjukkan komitmen penuh terhadap penanganan bencana ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi