Diperpanjang Tiga Hari, Operasi Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Terus Dioptimalkan
Tim SAR gabungan memperpanjang **operasi pencarian korban longsor Banjarnegara** selama tiga hari. Upaya maksimal dengan penambahan alat berat diharapkan temukan seluruh korban yang belum dievakuasi.
Tim search and rescue (SAR) gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur terkait pada hari ketujuh operasi. Perpanjangan waktu selama tiga hari ini bertujuan untuk memaksimalkan upaya evakuasi dan penemuan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa rapat evaluasi tersebut diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada hari Sabtu. “Hari ketujuh ini merupakan hari evaluasi SAR. Evaluasi memutuskan untuk menambah waktu tiga hari lagi untuk upaya evakuasi korban,” kata Budiono. Kondisi cuaca yang relatif mendukung berkat modifikasi cuaca disebut menjadi faktor penting yang memungkinkan pencarian dapat dilakukan secara optimal.
Dengan perpanjangan waktu ini, tim gabungan berharap dapat menemukan sisa korban yang belum teridentifikasi. Fokus pencarian akan tetap diarahkan pada titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi dari anjing pelacak K-9, keterangan keluarga korban, serta analisis mendalam dari tim SAR. Seluruh pihak berkomitmen untuk mengerahkan segala daya dan upaya demi misi kemanusiaan ini.
Fokus Pencarian dan Dukungan Cuaca
Pada hari kedelapan operasi, Minggu (23/11), pencarian akan tetap difokuskan pada sektor A, B, dan C, yang merupakan area-area prioritas. Budiono menyatakan bahwa sektor A dan C menjadi lokasi ditemukannya banyak korban sebelumnya, sehingga intensitas pencarian di sana akan ditingkatkan. Sektor B juga akan ditangani secara intensif mengingat keterbatasan waktu perpanjangan operasi yang hanya tiga hari.
Dukungan cuaca menjadi faktor krusial dalam kelancaran operasi pencarian korban longsor Banjarnegara. Budiono mengharapkan kondisi cuaca pada hari Minggu (23/11) akan terus mendukung pelaksanaan operasi. Selain itu, diharapkan seluruh alat berat yang dikerahkan dapat berfungsi maksimal agar proses evakuasi material longsor berjalan efisien dan semua korban dapat ditemukan.
“Semoga dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan seluruh pihak membuat relawan tetap mampu bekerja maksimal, karena misi ini adalah misi kemanusiaan,” ujar Budiono. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan semangat kemanusiaan dalam menghadapi bencana ini.
Optimalisasi Evakuasi dengan Alat Berat
Komandan Satgas Penanganan Bencana Longsor Situkung, Letkol Czi Teguh Prasetyanto, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian pada hari kedelapan akan dioptimalkan dengan penambahan alat berat berkapasitas besar. Penambahan ini menjadi sangat penting mengingat tumpukan material longsor yang tinggi menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi. Material yang tebal dan padat memerlukan alat dengan daya garuk yang lebih kuat untuk dapat diangkat.
“Operasi besok (23/11) akan kita optimalkan dengan penambahan tiga alat berat PC 200 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO),” kata Dandim 0704/Banjarnegara itu. Dengan dukungan alat berat tambahan dan kondisi cuaca yang baik, diharapkan semakin banyak korban dapat ditemukan dan dievakuasi dari lokasi bencana.
Penambahan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses pemindahan material longsor dan membuka akses ke area-area yang sebelumnya sulit dijangkau. Upaya ini merupakan bagian dari strategi tim gabungan untuk memastikan bahwa setiap sudut area terdampak dapat diperiksa secara menyeluruh.
Data Korban dan Komitmen Tim Gabungan
Hingga hari ketujuh operasi pencarian, Sabtu (22/11), tim SAR berhasil menemukan dua korban tambahan. Dengan penemuan ini, total korban yang teridentifikasi mencapai 12 orang, ditambah dua berupa bagian tubuh. Namun, dari total 28 orang yang dilaporkan hilang, masih terdapat 16 korban yang belum ditemukan.
Letkol Czi Teguh Prasetyanto memastikan bahwa seluruh unsur gabungan akan memaksimalkan perpanjangan waktu operasi ini. Unsur-unsur tersebut meliputi TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan, dan pemerintah daerah, yang semuanya bekerja sama secara erat. Komitmen mereka adalah untuk terus berupaya hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.
“Kami terus berupaya agar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” tegas Teguh. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat dari tim gabungan untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini, meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Sumber: AntaraNews