Tim SAR Lanjutkan Pencarian 20 Korban Hilang Akibat Longsor Cisarua
Tim SAR terus berupaya menemukan 20 korban yang masih hilang pascabencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan kondisi cuaca yang mendukung. Operasi pencarian korban longsor Cisarua ini memasuki hari ketujuh.
Tim SAR gabungan memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap 20 korban yang masih dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor. Peristiwa tragis ini terjadi di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh pada hari ketujuh operasi pencarian.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa timnya berhasil mengevakuasi lima kantong jenazah pada hari ini. Kondisi cuaca yang relatif mendukung proses pencarian menjadi faktor penting dalam keberhasilan evakuasi tersebut. Operasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menemukan seluruh korban.
Meskipun telah memasuki hari ketujuh, tim SAR tidak menyerah dan terus berupaya maksimal. Dukungan dari berbagai pihak dan kondisi lapangan yang memungkinkan menjadi harapan besar bagi keluarga korban. Pencarian ini menjadi prioritas utama bagi seluruh tim yang terlibat di lapangan.
Upaya Pencarian Korban dan Identifikasi Jenazah
Berdasarkan hasil evaluasi pada hari ketujuh operasi, masih terdapat 20 korban yang dilaporkan hilang. Oleh karena itu, operasi pencarian korban longsor Cisarua akan terus dilanjutkan tanpa henti. Cuaca yang mendukung dari pagi hingga sore hari sangat membantu pelaksanaan operasi SAR hari ini, memungkinkan tim mengevakuasi lima body pack atau kantong jenazah.
Sejak hari pertama hingga hari ketujuh, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 60 kantong jenazah. Data ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar serta intensitas upaya pencarian yang dilakukan. Proses evakuasi terus berjalan di tengah medan yang menantang.
Sementara itu, data dari Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Jenazah-jenazah tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Dinamika Data Korban dan Tantangan Operasi SAR
Data jumlah korban mengalami perkembangan seiring berjalannya proses pencarian dan asesmen lapangan yang berkelanjutan. Proses ini dilakukan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta tim DVI Polri. Dinamika data ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari operasi di lapangan.
Laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun, perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Perubahan data ini menunjukkan kompleksitas penanganan bencana longsor Cisarua.
Meskipun menghadapi tantangan berupa medan berat dan kondisi cuaca yang tidak selalu stabil, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal. Berbagai unsur terkait turut dilibatkan dalam upaya pencarian ini. Operasi pencarian dilakukan selama 24 jam penuh, termasuk dengan dukungan upaya modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminimalkan potensi hujan di lokasi.
Harapan dan Dukungan untuk Keluarga Korban
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengakui bahwa kondisi medan dan cuaca belum sepenuhnya ideal. Namun, tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari, dan pihaknya berharap seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa tersebut berakhir. Pernyataan ini memberikan semangat bagi tim dan keluarga korban.
Ia juga memohon dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi keluarga korban. Keluarga korban hingga kini masih setia menunggu kabar dari anggota keluarganya yang hilang. Dukungan moral sangat berarti dalam situasi sulit ini.
Basarnas menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Pihaknya memohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar demi kemanusiaan. Komitmen ini menjadi pegangan utama bagi seluruh tim di lapangan.
Sumber: AntaraNews