Tim SAR Temukan 53 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua, 27 Orang Masih Hilang
Operasi pencarian korban longsor Cisarua di Bandung Barat memasuki hari kelima. Sebanyak 53 kantong jenazah telah ditemukan, namun 27 orang lainnya masih dalam pencarian, memicu pertanyaan tentang tantangan di lapangan.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan 53 kantong jenazah korban longsor Cisarua di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penemuan ini terjadi pada hari kelima operasi pencarian yang intensif. Bencana longsor yang dipicu hujan deras ini telah menyebabkan puluhan warga hilang sejak Sabtu (24/1) dini hari.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyatakan bahwa dua kantong jenazah tambahan ditemukan pada hari kelima operasi. Kantong jenazah tersebut kemudian diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga Rabu sore, total 38 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.
Berdasarkan data terbaru dari badan penanggulangan bencana, jumlah warga terdampak longsor mencapai 155 orang. Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang dilaporkan hilang. Operasi pencarian masih terus berlangsung untuk menemukan 27 korban lainnya yang belum ditemukan.
Perkembangan Pencarian Korban Longsor Cisarua
Pada hari kelima operasi SAR, tim gabungan fokus pada area yang teridentifikasi memiliki potensi korban. Ade Dian menjelaskan bahwa dua kantong jenazah terakhir ditemukan di sektor A2. Area ini menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya evakuasi korban yang tertimbun material longsor.
Meskipun jumlah kantong jenazah yang ditemukan terus bertambah, tantangan di lapangan masih sangat besar. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak pagi hari menjadi penghambat utama. Kondisi cuaca ekstrem ini membuat medan pencarian semakin sulit dan berisiko bagi petugas.
Tim SAR gabungan tidak menyerah dan terus berupaya keras di tengah kondisi sulit. Mereka bahkan memperluas area pencarian dengan merelokasi sebagian personel. Evaluasi lapangan menunjukkan potensi keberadaan korban di sektor B2, sehingga tim memutuskan untuk memperkuat pencarian di sana.
Status Tanggap Darurat dan Durasi Operasi
Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk wilayah terdampak longsor Cisarua. Keputusan ini memungkinkan tim SAR untuk melanjutkan operasi pencarian selama 14 hari ke depan. Penetapan status ini penting untuk memastikan seluruh upaya penyelamatan dapat dilakukan secara maksimal.
Ade Dian menegaskan bahwa operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas pencarian dan menyesuaikan strategi jika diperlukan. Fleksibilitas dalam rencana operasi sangat penting mengingat dinamika kondisi di lapangan.
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terjadi pada Sabtu dini hari (24/1). Peristiwa ini diawali oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lama. Akibatnya, terjadi pergerakan tanah dan lumpur yang menimbun area permukiman warga, menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya banyak nyawa.
Sumber: AntaraNews