Operasi SAR Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bakal Digelar Selama Dua Pekan
Dalam insiden longsor Cisarua, waktu operasi SAR bakal disesuaikan dengan masa darurat dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Operasi search and rescue (SAR) korban tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat memasuki hari ketiga pada Senin (26/1). Operasi tersebut bakal berlangsung menyesuaikan status darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut, operasi pencarian korban hilang berlangsung selama 7 hari berdasarkan regulasi. Namun, dalam insiden ini, waktunya bakal disesuaikan dengan masa darurat dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Begini. Operasi normalnya kita akan evaluasi pada tujuh hari. Namun dalam operasi-operasi tertentu kalau sebelum tujuh hari sudah bisa kita temukan korban, pasti kita akan selesaikan," ujar Syafii di Posko Basarnas, dikutip Selasa (27/1).
Dijelaskannya, bahwa pencarian korban tak bisa dipatok dengan jumlah korban yang ditemukan. Tapi pada operasi kali ini, langkah tersebut bakal dilakukan hingga pemerintah daerah mencabut status darurat bencana.
"Terkait dengan kejadian di Cisarua ini merupakan dampak dari bencana hidrometeorologi, pemerintah daerah melalui BPBD juga sudah mendeklar bahwa tanggap darurat akan dilaksanakan selama 14 hari," katanya.
"Itu yang sudah dideklar. Dan keberadaan kita tentunya di cluster. Kita sektor dari operasi SAR di mana kendali penuh ada di atau SAR Mission Coordinator ada di Kepala Kantor SAR Bandung. Melaksanakan operasi ini tentunya akan mengacu kepada apa yang sudah dideklarasikan oleh pemerintah daerah," jelas Syafii.
Longsor Cisarua Timbun 30 Rumah
Insiden longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi pada Sabtu (24/1). Imbasnya, sebanyak 30 unit rumah yang tertimbun longsor.
Selain itu, berdasarkan data awal, longsor tersebut berdampak terhadap 34 kepala keluarga (KK) atau 113 jiwa, dengan 23 orang dilaporkan selamat. Kemudian, jumlah korban yang belum ditemukan diperkirakan mencapai sekitar 80 orang.
Selama 3 hari operasi SAR berjalan, sebanyak 38 bodypack dari lokasi. Dari jumlah itu, sebanyak 20 di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan sebagian telah diserahkan kepada keluarga korban yang bersangkutan.
Dengan progres tersebut, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana memperkirakan 42 korban masih dalam proses pencarian. Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
"Jadi, dalam pencarian lebih kurang 42 orang," kata dia.