Tim DVI Polda Jabar Berhasil Identifikasi 67 Korban Longsor Cisarua, Pencarian Terus Berlanjut
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat terus bekerja keras dalam proses identifikasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 67 jenazah telah berhasil dikenali, namun tantangan masih besar dalam upaya Ident
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi puluhan jenazah korban bencana longsor Cisarua. Proses identifikasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban yang terdampak musibah.
Bencana longsor tersebut terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Rabu (4/2), tim DVI masih terus melakukan tugasnya di posko identifikasi yang didirikan di lokasi pencarian untuk menuntaskan seluruh proses.
Keberhasilan identifikasi ini dicapai melalui rekonsiliasi data post-mortem dan ante-mortem. Upaya ini penting untuk memastikan setiap jenazah yang ditemukan dapat dikenali dan dikembalikan kepada pihak keluarga dengan akurat dan bertanggung jawab.
Proses Identifikasi Korban Longsor Cisarua
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa tim DVI telah menerima 92 kantong jenazah dari tim SAR gabungan. Dari jumlah tersebut, 67 jenazah telah berhasil diidentifikasi hingga hari ke-12 pencarian, menunjukkan progres signifikan dalam penanganan musibah ini.
Masih terdapat 25 jenazah yang belum teridentifikasi, dan proses rekonsiliasi data terus dilakukan. Tim forensik berupaya keras membandingkan data post-mortem dengan data ante-mortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban hilang. Harapannya, jumlah korban teridentifikasi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan bahwa layanan identifikasi akan terus diberikan hingga seluruh proses selesai. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik terkait perkembangan Identifikasi Korban Longsor Cisarua.
Tantangan dalam Identifikasi Korban
Salah satu tantangan utama dalam proses identifikasi korban longsor Cisarua adalah kondisi jenazah yang ditemukan. Sebagian besar jenazah telah berada di lokasi selama lebih dari enam hari, menyebabkan dekomposisi dan perubahan jaringan tubuh. Kondisi ini secara signifikan mempersulit upaya identifikasi.
Perubahan kondisi jenazah memerlukan metode identifikasi yang lebih cermat dan mendalam. Tim DVI harus mengandalkan berbagai teknik forensik untuk mengatasi kendala ini. Meskipun sulit, tim tetap optimis dapat menyelesaikan tugasnya dalam Identifikasi Korban Longsor Cisarua.
Meskipun cuaca terkadang membaik, hujan yang terus-menerus juga menjadi hambatan bagi operasi SAR gabungan. Kondisi lapangan yang sulit akibat cuaca ekstrem menambah kompleksitas dalam upaya pencarian dan evakuasi korban.
Pencarian Lanjutan dan Peran K9
Untuk mempercepat pencarian korban longsor Cisarua, tim gabungan telah mengerahkan Detasemen K9 SAR (Tracking Dog Detachment). Unit anjing pelacak ini diharapkan dapat membantu menemukan korban di area yang sulit dijangkau oleh alat berat. Pengerahan K9 menunjukkan komitmen penuh dalam operasi ini.
Unit K9 sangat efektif dalam mendeteksi korban yang terkubur di bawah material longsoran. Ini sangat krusial terutama di medan yang berat dan tidak memungkinkan akses alat berat. Sumber daya maksimal dikerahkan untuk memastikan pencarian berjalan efektif.
Kombes Pol Hendra Rochmawan menekankan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur. Tujuannya adalah memastikan pencarian korban dapat dilakukan secara efektif dan informasi yang disampaikan kepada publik selalu akurat dan akuntabel.
Sumber: AntaraNews