Polda Jabar Identifikasi 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua, Pencarian Masih Berlanjut

Polda Jabar mengumumkan telah menemukan 16 kantong jenazah korban longsor Cisarua, dengan sembilan di antaranya berhasil diidentifikasi. Proses pencarian masih terus dilakukan, menyisakan misteri nasib puluhan warga lainnya yang belum ditemukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Jabar Identifikasi 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua, Pencarian Masih Berlanjut
Polda Jabar mengumumkan telah menemukan 16 kantong jenazah korban longsor Cisarua, dengan sembilan di antaranya berhasil diidentifikasi. Proses pencarian masih terus dilakukan, menyisakan misteri nasib puluhan warga lainnya yang belum ditemukan. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak 16 kantong jenazah korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah ditemukan hingga Minggu siang. Penemuan ini merupakan bagian dari upaya evakuasi dan pencarian yang terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Data terbaru ini dirilis pada Minggu, 25 Januari, menunjukkan peningkatan jumlah temuan dari hari sebelumnya.

Seluruh kantong jenazah yang ditemukan saat ini berada di Pos Disaster Victim Identification (DVI) yang berlokasi di Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi. Langkah ini krusial untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu kabar dari kerabat mereka yang hilang akibat bencana. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, di Bandung, Minggu, mengatakan bahwa per pukul 12.00 WIB, jumlah kantong jenazah yang diterima bertambah menjadi 16 kantong. Sebelumnya, pada hari Sabtu, tim telah mengekspos sebanyak 11 kantong jenazah, menandakan kemajuan signifikan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Pihaknya telah menerima empat kantong tambahan yang masuk, dengan total sembilan jenazah di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi melalui data sebelum meninggal atau ante-mortem. Pos DVI berhasil mencocokkan data ante-mortem secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan (KTP).

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan setelah meninggal atau post-mortem, meliputi pengecekan gigi, wajah, sidik jari, serta indikator fisik lainnya. Metode ini sangat membantu dalam mempercepat proses pengenalan identitas korban. Keakuratan data menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan identifikasi.

Hendra menambahkan, dari keseluruhan temuan tersebut, sebanyak sembilan jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga pada hari sebelumnya. Pihaknya akan kembali melakukan rapat sebelum jenazah yang telah teridentifikasi diserahkan kepada keluarga yang sejak pagi telah menunggu di lokasi.

Bencana longsor di Kecamatan Cisarua tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman warga. Lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga terdampak langsung oleh longsoran tanah. Kondisi ini memaksa ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga kini, sekitar 80 korban longsor masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Diperkirakan jumlah pengungsi akibat bencana tersebut mencapai 300 hingga 400 orang. Tim SAR gabungan bekerja keras di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu untuk menemukan korban yang hilang.

Tim SAR gabungan terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian, serta Tentara Nasional Indonesia. Mereka bersinergi dalam melakukan operasi evakuasi dan pencarian, memastikan setiap area terdampak dapat dijangkau. Koordinasi yang baik antarlembaga menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi