Satu Korban Hanyut di Banjaran Bandung Ditemukan Meninggal, Pencarian Terus Berlanjut

Tragedi hanyut di Banjaran Bandung menelan satu korban jiwa. Proses pencarian korban hanyut Banjaran Bandung lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satu Korban Hanyut di Banjaran Bandung Ditemukan Meninggal, Pencarian Terus Berlanjut
Tragedi hanyut di Banjaran Bandung menelan satu korban jiwa. Proses pencarian korban hanyut Banjaran Bandung lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung mengumumkan penemuan satu korban hanyut di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (15/4). Insiden ini bermula dari laporan adanya seseorang yang terseret arus sungai. Sementara itu, tim gabungan masih berupaya mencari satu korban lainnya yang belum ditemukan.

Kapolsek Banjaran Kompol Sudi Hartono menjelaskan bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 15.42 WIB pada Rabu sore. Saksi mata melaporkan ada seseorang yang hanyut, dan beberapa warga sempat berupaya menolong. Namun, derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan menjadi sulit dan korban tetap terbawa arus.

Korban yang ditemukan meninggal dunia diidentifikasi bernama Gina. Jenazah Gina ditemukan di wilayah Bojongsering, Kecamatan Ciparay, setelah terbawa arus. Kejadian tragis ini menyita perhatian publik dan memicu respons cepat dari aparat keamanan serta tim penyelamat.

Kompol Sudi Hartono merinci bahwa seorang petugas keamanan bernama Agus sempat memberikan pertolongan kepada korban. Agus berhasil membawa korban ke tepi sungai untuk sesaat. Namun, kuatnya arus air kembali menyeret korban hingga hanyut kembali.

Penemuan jenazah Gina menjadi titik terang dalam insiden ini, meskipun dalam kondisi yang memilukan. Lokasi penemuan di Bojongsering, Ciparay, menunjukkan seberapa jauh korban terbawa arus. Pihak kepolisian terus mendalami kronologi lengkap kejadian.

Informasi awal menyebutkan bahwa korban diduga terbawa arus sejauh sekitar satu hingga dua kilometer dari lokasi awal kejadian. Jarak ini menunjukkan tantangan besar bagi tim penyelamat dalam operasi pencarian. Kondisi sungai yang deras menjadi faktor utama sulitnya pertolongan.

Korban kedua, yang juga bernama Agus, hingga kini masih dalam proses pencarian intensif. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terus menyisir area sungai. Upaya ini melibatkan personel dari berbagai lembaga untuk memaksimalkan cakupan pencarian.

Kapolsek Banjaran menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Kolaborasi ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa setempat, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sinergi antarlembaga diharapkan mempercepat penemuan korban.

Selain itu, Polresta Bandung juga akan melibatkan tim khusus dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Brigade Mobil (Brimob). Keterlibatan Basarnas dan Brimob diharapkan membawa keahlian dan peralatan yang lebih memadai. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam upaya pencarian korban hanyut Banjaran Bandung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi