Marak OTT Kepala Daerah, Mendagri: Yang Pilih Siapa? Rakyat Kan
Menurut Tito, Pemilu langsung tidak menjamin pemimpin yang terpilih pasti bagus.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian angkat bicara soal maraknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Tito lantas menjawab bahwa kepala daerah itu adalah hasil pilihan rakyat lewat Pemilu langsung.
"Jawab saya cuma satu saja, yang milih siapa, udah gitu aja. Yang milih siapa? Rakyat iya kan,” kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Menurut Tito, Pemilu langsung tidak menjamin pemimpin yang terpilih pasti bagus.
"Artinya apa, apakah ini ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen pilkada langsung? Dan ternyata enggak menjamin ada pemimpin yang bagus. Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini,” ujarnya.
Tito menilai, maraknya OTT membuktikan belum adanya integritas pejabat daerah. Namun, menurutnya masalah tersebut tidak bisa dilihat sebagai kasus per kasus melainkan masalah sistematis.
Masalah Sistematis
"Kemudian kedua masalah kesejahteraan, moral hazard, integritas dll, tapi saya berpikir tidak hanya melihat case saja. Ini kan beberapa kali terjadi dalam waktu yang singkat ya, artinya ada problemnya yang sistematis, ada problem mendasar,” ujarnya.
Tito menduga salah satu penyebab banyaknya OTT adalah proses rekrutmen kepala daerah yang masih memikiki banyak kelemahan.
"Mungkin salah satunya mekanisme rekrutmen yang selama ini digunakan. Mereka semua adalah hasil dari pemilihan langsung pilkada. Di satu sisi ada baik, ada positifnya, ada juga negatifnya, di antaranya biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih ternyata orang yang baik," pungkasnya.