Fakta-Fakta Kakak Adik Tewas Mengenaskan, Wajah Hilang & Tempurung Kepala Terbuka
Arjun membawa sebilah golok dari rumah. Senjata tajam itu niatnya dipakai untuk mengambil durian.
Siang itu tampak tak ada yang berbeda dari aktivitas Arjun Tauladan (8) dan adiknya Kholifah Khoirunisa (4,5). Mereka tertawa bersama, bercanda layaknya kakak beradik pada umumnya di rumah.
Sekitar Pukul 14.00 WIB, Arjun pamit kepada ibunya. Dia izin membawa sang adik Kholifah, untuk pergi ke kebun. Tak jauh dari rumahnya di Pekon Gunung Batu Raja, Pesisir Barat, Lampung.
Arjun membawa sebilah golok dari rumah. Senjata tajam itu niatnya dipakai untuk mengambil durian.
Jarum jam pun telah menunjukkan Pukul 18.30 WIB, Fentiyana mulai cemas. Dua anak kesayangannya tak kunjung pulang. Sudah berjam-berjam di kebun. Langit sudah gelap, tapi keduanya tak juga pulang.
Pukul 19.00 WIB, orangtua Arjun dan Kholifah pun mulai meminta tolong kepada para tentangganya. Warga bergotong royong mencari kedua anak tersebut.
Dengan berbekal alat seadanya. Semak belukar disisir. Tepi jurang dilalui. Sembari sesekali meneriakkan, memanggil, nama Arjun dan Kholifah.
Hingga akhirnya, Pukul 22.30 WIB, seorang tetangga bernama Sahirin pun memberi kabar. Dia salah satu di antara banyak warga yang ikut mencari. Sahirin bilang, Arjun dan Kholifah ditemukan. Tapi dalam kondisi meninggal dunia. Di semak belukar, persis di tepi jurang. 300 Meter dari rumah korban.
Kondisi keduanya mengenaskan. Tempurung kepala dan wajahnya hilang. Salah satu tangan Arjun bahkan putus. Perutnya tampak terdapat luka yang sangat lebar. Hingga Senin (19/5), kematian keduanya masih misterius.
Berikut fakta-fakta sementara kematian Arjun dan Kholifah, dirangkum merdeka.com:
Ditemukan di Semak Belukar
Arjun Tauladan (8) san Kholifah Khoirunisa (4.5) awalnya pamit kepada orangtuanya. Mereka ingin pergi ke kebun. Sebelum akhirnya ditemukan dengan kondisi tragis
.Kapolres Pesisir Barat, AKBP Bestiana mengatakan, pada Rabu 14 Mei 2025 14.00 WIB kedua korban tersebut izin kepada kedua orang tua untuk pergi ke kebun.
“Izin ke orang tuanya mau cari durian di kebun, biasanya juga dia main ke kebun nyari durian, dia berbekal golok tapi golok dia sendiri, itu ditemukan di TKP,” katanya.
Bestiana mengungkapkan, golok yang dibawa oleh kedua anak ini pun ditemukan berada di samping jasad keduanya.
“Warga pun baru mengetahui sekitar Pukul 19.00 WIB dan akhirnya melakukan pencarian dan salah satu warga bernama Sahirin menemukan keberadaan korban tersebut di perkebunan di tepi Jurang dalam kondisi meninggal dunia jam 22.30 Wib sekitar 300 meter dari rumahnya,” lanjutnya.
Pihaknya pun telah melakukan oleh TKP sebelum akhirnya keduanya dibawa ke RSUD KH. Muhammad Thohir untuk dilakukan visum.
Kondisi Mengenaskan
Kapolres Pesisir Barat, AKBP Bestiana mengatakan kedua anak yang diketahui bernama Arjuna (8) dan Kholifah (4,5) ini ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan.
Bestiana membeberkan hasil visum luar dari tim medis. Terdapat luka di bagian kepala dengan luka robek terbuka tidak beraturan di bagian belakang kepala. Luka tersebut terdapat di kedua jenazah.
“Terdapat luka robek tidak beraturan pada wajah di kedua jenazah. Kemungkinan akibat senjata tajam dan luka sayatan melingkar pada leher bagian depan dengan panjang 26 cm kedalaman 3cm,” lanjut Bestiana.
Bestiana pun mengatakan jika saat ditemukan kondisi pergelangan tangam kiri jenazah Arjun Tauladan terputus dengan luka robek para bagian bahu kanan depan.
“Ada luka robek pada kaki kanan dengan 2 bagian sayatan, sedangkan untuk sang adik Kholifah Khoirunisa Kepala belakang luka robek terbuka tidak beraturan sehingga tengkorak belakang kepala tidak utuh,” jelas dia.
Diduga Dibunuh
Kakak Beradik yang ditemukan tewas dengan kondisi tragis tersebut diduga dibunuh. Polisi masih memburu pelaku.
“Hingga saat ini, kami masih lakukan penyelidikan untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti, khususnya siapa kira-kira yang melakukan, karena itu sudah jelas memang itu pembunuhan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjutak.
Pahala menyebutkan, hal itu terlihat dari adanya bekas luka yang ada pada tubuh dari kedua kakak beradik tersebut.
“Harapannya mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kami bisa mendapatkan seperti apa peristiwanya dan juga menemukan siapakah yang menjadi pelaku,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang.
“Untuk sementara ini ada dua yang sudah dilakukan pemeriksaan, sekarang juga masih sedang didalami,” tuturnya.
Hasil Autopsi
Polda Lampung sebut luka yang ada pada tubuh kakak adik yang ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan akibat kekerasan.
Hal itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjuntak saat ditemui di Mapolda Lampung, Jumat (16/5).
“Untuk kedua korban sudah dilakukan autopsi kemarin jam 18.00 WIB di RS Bhayangkara Polda Lampung,” katanya.
Pahala menyebutkan, hasil autopsi dari kedua korban kakak beradik ini ditemukan adanya luka akibat benda tajam.
“Untuk sementara ditemukan bahwa di bagian kepala tangan dan tubuh yang lain ada bekas luka diduga bahwa itu akibat senjata tajam dan juga ada bekas lebam diduga menggunakan senjata atau menggunakan benda tumpul,” ungkapnya.
Polisi telah melakukan olah TKP ulang bersama dengan Polres Pesisir Barat untuk melakukan pendalaman. Pahala pun mengungkapkan pihaknya telah mengambil sedikit dari bagian tubuh kedua korban untuk dilakukan uji laboratorium.
“Untuk uji lab kami ambil sempel darah baik dari tubuh korban, dari gigi korban bagian graham untuk cek DNA dan disandingkan darah yang ada di TKP, dan dibandingkan dengan darah pada tubuh korban,” pungkasnya.