Fakta Baru, Terapis Tewas di Pasar Minggu Jaksel Ternyata Satu Bulan Kerja Usai Dimutasi dari Bali
Kematian RTA hingga kini masih terus diselidiki kepolisian.
Kepolisian masih terus menyelidiki kasus kematian seorang wanita berinisial RTA, ditemukan di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (2/10).
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan, berdasarkan keterangan diperoleh, RTA baru satu bulan bekerja di Jakarta sebagai terapis. Dia sebelumnya bekerja di cabang Bali lalu dipindahkan atau dimutasi ke Jakarta.
"Menurut keterangan delapan bulan itu di Bali, habis itu dimutasi ke situ baru satu bulan. Jadi dipindahkan dari Bali," kata Ardian saat dihubungi, Selasa (7/10).
Meski begitu, terkait kematian RTA hingga kini masih terus diselidiki kepolisian. Apalagi, keterangan dari teman almarhumah berbeda-beda.
"Intinya untuk motif dia keluar dri situ masih kita dalami. Dari keterangan teman-temannya masih beda. Karena orangnya banyak berdiam diri. Karena dia masih baru, di situ masih baru," ujar dia.
Kronologi Kematian Terapis
Sebelumnya, kepolisian masih menyelidiki kasus tewasnya seorang wanita berinisial RTA, yang di temukan di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10).
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar menjelaskan, hasil pemeriksaan diduga korban melompat dari dari lantai lima ruko di kawasan itu. Terkait hal ini, pihaknya pun masih mendalami lebih jauh.
"Dugaan sementara seperti itu. Tapi kita masih memeriksa para saksi yang ada di TKP, baik saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali sampai dengan saksi-saksi yang ada di sekitaran korban," kata Igo kepada wartawan, Jumat (3/10).
Terkait kejadian ini, polisi sudah memeriksa tujuh saksi, mulai dari sekuriti yang pertama kali menemukan hingga warga sekitar. Sementara itu, keluarga korban juga telah datang untuk membuat laporan polisi.
"Yang kami dapati, yang bersangkutan bukan warga sekitar. Ada kakaknya (sudah datang) buat LP," ucap dia.