Terapis yang Tewas di Jaksel Diduga Lompat dari Ruko Lantai Lima, Begini Kronologi Lengkapnya
Terkait kejadian ini, polisi sudah memeriksa tujuh saksi, mulai dari sekuriti yang pertama kali menemukan hingga warga sekitar.
Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya seorang wanita berinisial RTA, yang di temukan di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10).
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar menjelaskan, hasil pemeriksaan diduga korban melompat dari dari lantai lima ruko di kawasan itu. Terkait hal ini, pihaknya pun masih mendalami lebih jauh.
"Dugaan sementara seperti itu. Tapi kita masih memeriksa para saksi yang ada di TKP, baik saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali sampai dengan saksi-saksi yang ada di sekitaran korban," kata Igo kepada wartawan, Jumat (3/10).
Terkait kejadian ini, polisi sudah memeriksa tujuh saksi, mulai dari sekuriti yang pertama kali menemukan hingga warga sekitar. Sementara itu, keluarga korban juga telah datang untuk membuat laporan polisi.
"Yang kami dapati, yang bersangkutan bukan warga sekitar. Ada kakaknya (sudah datang) buat LP," ucap dia.
Sebelumnya, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela menerangkan, korban pertama kali ditemukan pada pukul 05:00 WIB. Saat itu, mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang, tergeletak dengan posisi terlentang.
"Benar adanya seorang perempuan meninggal dunia. (Ciri-ciri) kulit putih, rambut hitam, kemudian disekitar jenazah korban terdapat kain selendang serta sebuah dompet genggam berisi 2 buah handphone merk Iphone dan Vivo diduga milik korban," kata Anggita dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10).
Dengar Suara Perempuan Teriak
Anggiat menerangkan, awalnya salah satu penghuni ruko mendengar suara perempuan berteriak berada di belakang Ruko Pejaten Office Park. Informasi itu segera diteruskan ke sekuriti Ruko Pejaten office Park.
Mendapat informasi, AM mencari sumber suara. Tak sendiri, dia juga mengajak rekannya U dan JW untuk mengecek bagian belakang Gedung TIKI.
"Dikarenakan kondisi belakang Gedung TIKI terdapat pagar, kemudian saksi U melakukan upaya mengambil tangga untuk melihat situasi di balik pagar belakang Gedung TIKI," ujar Anggiat.
Betapa kagetnya, mereka ternyata mereka menemukan seorang perempuan tergeletak. Mengetahui hal itu, U melaporkan kepada saksi lainnya HM.
"Saksi HM bersama dengan saksi U menuju belakang Gedung TIKI dan pada saat saksi HM dan saksi U tiba dibalik pagar belakang Gedung TIKI, kemudian melihat adanya seorang perempuan tergeletak, selanjutnya saksi hidayat melakukan upaya memanggil perempuan tersebut, namun tidak menjawab dan seorang perempuan tersebut sudah tidak bergerak," ujar dia.
Lapor ke Pihak Kepolisian
Atas kejadian ini, HM melaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama, kepolisian tiba di lokasi. Dari hasil pengecekan awal, tidak ada tanda penganiayaan.
"Dalam pengecekkan terhadap jenazah korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan pada tubuh korban, namun terlihat adanya luka tegores (lecet) pada bagian lengan kiri, perut sebelah kiri dan dagu," ujar dia.
Sementara itu, korban kemungkinan seorang terapis spa bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam (24). Hal itu diketahui setelah sekuriti Spa melaporkan ada karyawan perempuan yang tidak kembali ke mess sejak dini hari.
"Saksi MY melakukan upaya mencari dari dalam mess dikarenakan didalam Mes Delta spa terdapat terapis perempuan yang menginap, kemudian saksi MY menghubungi Koordinator Mess terapis. Adapun Identitas terapis yang tidak berada dalam mess atasn ama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam," ucap dia.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut jasad korban dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, barang-barang yang berada di sekitar jenazah korban berupa kain selendang serta sebuah dompet genggam berisi dua buah ponsel sisita sebagai barang bukti.
"Untuk sementara belum diketahui penyebab korban meninggal dunia, dan perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap dia.