Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Terapis di Pejaten
Diduga, jejak itu milik korban sendiri. Namun apakah ia melompat atau terpeleset jatuh, polisi belum bisa memastikan.
Polisi menyelidiki penyebab tewasnya seorang terapis yang jasadnya ditemukan di belakang Gedung TIKI, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Fakta baru terungkap. Korban yang diketahui bernama Siti Auliya Zanura Rifaatul Islam (24), diduga sempat keluar dari mess tempatnya bekerja dengan cara menjebol atap plastik di lantai atas.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan, pihaknya menemukan jejak kaki di sekitar atap jemuran yang terhubung dengan gedung sebelah.
Diduga, jejak itu milik korban sendiri. Namun apakah ia melompat atau terpeleset jatuh, polisi belum bisa memastikan.
"Kan dia naik abis itu jebol atap supaya bisa keluar. Dia ke gedung sebelah kita menemukan Ada jejak kaki dia juga. Diduga punya dia, diduga jejak kaki dia. antara dia lompat atau jatuh ini masih kita dalami," kata Ardian kepada wartawan, Selasa (7/10).
Tak cuma itu, di lokasi kejadian, ditemukan potongan atap plastik yang jebol. Dari situ, korban diduga naik ke atas sebelum berpindah ke arah bangunan sebelah. Tanah di sekitar lokasi juga memperlihatkan bekas pijakan kaki yang sama.
"Ada jejak kaki sampai ke sana. Nah turunnya itu antara dia lompat atau jatuh karena kan jam set 3 pagi," ujar dia.
Sayangnya, lokasi tempat korban ditemukan gelap dan tidak ada satupun kamera CCTV.
"Belum, kita sudah cross check masih belum menemukan CCTV. cuman ada jejak kaki itu. itu kan lokasi tanah kosong, nggak ada yang menangkap ke situ CCTV-nya," ucap dia.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, sejauh ini sedikitnya 15 orang saksi, rekan kerja korban, petugas keamanan, dan manajemen spa tempat korban bekerja.
Dari keterangan yang dikumpulkan, Siti dikenal sebagai pribadi pendiam dan baru sebulan bekerja di Jakarta setelah sebelumnya delapan bulan bertugas di cabang spa di Bali.
"Kami masih menunggu hasil autopsi belum bisa memastikan (penyebab kematian). Manager sudah kita periksa, masih kita dalami masih pemeriksaan lebih lanjut," ucap dia.
Dia melanjutkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan alasan korban keluar dari mess tanpa sepengetahuan rekan-rekannya. Manajer spa yang sudah diperiksa juga mengaku tidak tahu alasan korban keluar.
"Motif korban keluar (mess) masih kita dalami karena ada beberapa keterangan yang masih harus kita penuhi. Cuman kita tidak mengetahui kok korban bisa keluar. Manager nggak tahu motifnya kok apa dia keluar intinya untuk motif dia keluar dari situ masih kita dalami. Dari keterangan teman-temannya masih beda, karena orangnya banyak berdiam diri, dia masih baru, di situ masih baru," ucap dia.