DPR Rapat Bareng KNKT, Ketua Komisi V Pertanyakan Sinyal Hijau saat Kecelakaan Kereta di Bekasi Tewaskan 16 Orang
Selanjutnya pada pukul 20.50.43 Wib, KA Argo Bromo Anggrek bergerak di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar beraspek hijau.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, KA Argo Bromo Anggrek, tetap mendapatkan sinyal hijau meski telah terjadi insiden KRL Commuter Line tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan roda empat di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir terjadi pada pukul 20.48.29 Wib.
Selanjutnya pada pukul 20.50.43 Wib, KA Argo Bromo Anggrek bergerak di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar beraspek hijau.
"KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau," ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kondisi sinyal hijau tersebut.
"Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?" tanya Lasarus.
KNKT Sebut Sinyal Warna Hijau
Soerjanto menjawab, sinyal KA Argo Bromo Anggrek saat itu menunjukkan warna hijau. "Sinyalnya hijau Pak," jawabnya.
"Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle," tanya Lasarus kembali.
Belum Ada Kesimpulan
Soerjanto kemudian menjawab bahwa KNKT belum menyampaikan analisis pada hari ini, melainkan data faktual saja.
"Nanti kami jelaskan berikutnya. Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," papar Soerjanto.