Sahroni Soroti Rekam Jejak Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta Bekasi: Sering Ugal-Ugalan!

Sahroni menyebut Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Sahroni Soroti Rekam Jejak Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta Bekasi: Sering Ugal-Ugalan!
Sahroni Soroti Rekam Jejak Taksi Green SM Usai Kecelakaan Kereta Bekasi: Sering Ugal-Ugalan! (Merdeka.com)

Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dan Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 15 orang, setelah sebelumnya terjadi kecelakaan di perlintasan Bulak Kapal yang melibatkan sebuah taksi dan KRL hingga mengganggu perjalanan kereta.

Melihat kejadian tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun mendesak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam kejadian ini.

"Saya minta polisi bekerjasama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini. Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini bahaya sekali. Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya supirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (28/2).

Lebih lanjut, Sahroni menyebut Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi. Namun bukan berarti, bisnis yang dijalankan dibiarkan berjalan tanpa SOP yang ketat dan jadi meresahkan masyarakat.

“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di sosial media memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” tambah Sahroni.

Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa aksi ugal armada Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025 lalu.

“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” katanya. 

Rekomendasi