DJKN Kalselteng Setor Rp28,9 Miliar Hasil Lelang, Perkuat PAD Kalimantan Selatan
Kanwil DJKN Kalselteng berhasil menyetorkan Rp28,9 miliar hasil lelang dan BPHTB ke kas daerah Kalsel, menunjukkan kontribusi nyata dalam pengoptimalan aset daerah yang tidak produktif.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) telah menyetorkan dana signifikan ke kas daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlahnya mencapai Rp28,9 miliar dari hasil lelang Barang Milik Daerah (BMD) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang terkumpul selama periode empat tahun, dari 2022 hingga 2025. Setoran ini menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan aset yang efektif.
Capaian kumulatif tersebut merupakan hasil sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan DJKN dalam mengoptimalisasi aset-aset yang sudah tidak produktif. Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Tetik Fajar Ruwandari, menyatakan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang semakin aktif menggunakan instrumen lelang negara. Ini mencerminkan upaya bersama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Kontribusi nyata ini tidak hanya berasal dari hasil bersih lelang, tetapi juga setoran BPHTB yang terkumpul selama empat tahun terakhir. Lelang aset daerah menjadi solusi tuntas untuk pengelolaan aset, memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi pembangunan. Proses ini juga menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penghapusan aset daerah.
Kontribusi Signifikan DJKN Kalselteng untuk PAD
DJKN Kalselteng mencatat kontribusi sebesar Rp28,9 miliar ke kas daerah Provinsi Kalimantan Selatan melalui hasil lelang dan BPHTB. Angka ini terkumpul dalam kurun waktu empat tahun, mulai dari 2022 hingga 2025. Jumlah tersebut merupakan bukti nyata dari efektivitas program pengelolaan aset yang dijalankan.
Tetik Fajar Ruwandari, Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, menyampaikan bahwa nilai tersebut adalah kontribusi nyata dari hasil bersih lelang dan setoran BPHTB selama empat tahun terakhir. Pihaknya sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang semakin proaktif dalam memanfaatkan instrumen lelang negara. Sinergi ini krusial untuk mengoptimalkan aset-aset yang sudah tidak produktif lagi.
Berdasarkan data kinerja, tahun 2024 menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 49 persen dari total capaian empat tahun terakhir. Pada tahun tersebut, realisasi BPHTB melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp11,81 miliar. Sementara itu, hasil bersih lelang tercatat sebesar Rp2,14 miliar dengan keterlibatan tujuh pemerintah daerah.
Efektivitas dan Transparansi Lelang Aset Daerah
Efektivitas lelang aset daerah juga terlihat dari volume barang yang berhasil terjual. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 229 lot barang lelang laku dari total 285 lot yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan keberhasilan proses lelang yang diselenggarakan oleh DJKN Kalselteng.
Meskipun jumlah pemerintah daerah yang terlibat turun menjadi lima instansi pada tahun 2025, hasil bersih lelang justru mencapai angka tertinggi secara nominal dalam empat tahun terakhir, yakni Rp3,12 miliar. Objek lelang didominasi oleh kendaraan bermotor, terutama roda dua yang mencapai puncaknya sebanyak 195 unit pada 2024.
Selain kendaraan roda dua, objek lelang juga mencakup kendaraan roda empat, alat berat, bongkaran bangunan, hingga hasil peternakan dan besi tua. Tetik Fajar Ruwandari menegaskan bahwa mekanisme lelang menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penghapusan aset daerah. Melalui platform digital lelang.go.id, masyarakat dapat berpartisipasi secara terbuka sehingga memberikan harga pasar yang paling optimal bagi daerah.
Optimisme DJKN Kalselteng untuk Peningkatan PAD Berkelanjutan
DJKN Kalselteng optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut di masa mendatang. Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan inventarisasi aset yang sudah tidak memiliki nilai manfaat. Aset-aset tersebut diharapkan segera dihapuskan melalui mekanisme lelang guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini sangat penting guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Selatan. Lelang bukan hanya sekadar sarana penjualan, tetapi juga solusi tuntas untuk pengelolaan aset yang memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi pembangunan di Kalimantan Selatan, ujar Tetik Fajar Ruwandari.
Melalui proses lelang yang transparan dan akuntabel, DJKN Kalselteng berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah daerah. Tujuannya adalah memaksimalkan potensi aset dan memastikan setiap aset yang tidak produktif dapat diubah menjadi sumber pendapatan. Ini adalah wujud nyata dari tata kelola pemerintahan yang baik.
Sumber: AntaraNews