Lelang 10.10 Kalsel: DJKN Kalselteng Raup Rp27 Miliar, Ada Sasirangan Karya Anak Down Syndrome Ikut Dilelang!
Lelang 10.10 Kalsel berhasil meraup Rp27 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan. DJKN Kalselteng mengungkap strategi di balik capaian fantastis ini. Ada apa lagi yang dilelang?
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) berhasil mencatatkan capaian luar biasa. Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) atau yang dikenal sebagai Lelang 10.10 di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 10 Oktober lalu sukses meraup pendapatan signifikan.
Total pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp27 miliar dari nilai total aset yang dilelang sekitar Rp75 miliar. Angka ini menandai pertumbuhan pendapatan yang sangat drastis dibandingkan pelaksanaan lelang pada periode sebelumnya di wilayah tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai strategi proaktif yang diterapkan oleh DJKN Kalselteng. Peningkatan pendapatan ini menjadi bukti efektivitas upaya mereka dalam mengoptimalkan potensi lelang daerah.
Strategi Jitu Peningkatan Pendapatan Lelang
Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Tetik Fajar Ruwandari, menjelaskan bahwa capaian maksimal ini merupakan hasil dari sosialisasi yang masif. Pihaknya aktif menggali potensi lelang, termasuk berkolaborasi dengan perbankan.
"Kenapa capaiannya lebih maksimal, karena kami melaksanakan sosialisasi secara masif. Menggali potensi lelang. Salah satunya kepada perbankan kami menyampaikan bagaimana membuat lelang agar bisa laku," ujar Tetik.
Selain itu, DJKN Kalselteng juga menerapkan strategi mitigasi dan minimalisasi risiko bagi calon pembeli lelang. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada para investor serta peserta lelang.
Misalnya, pembeli lelang diberikan perlindungan dalam penguasaan aset yang telah berhasil mereka menangkan. Optimalisasi barang milik negara (BMN) yang siap digunakan, meskipun manfaat ekonominya minim, juga menjadi fokus utama dalam strategi ini.
Ragam Objek Lelang Menarik Perhatian Publik
Nilai tertinggi dari Lelang 10.10 Kalsel ini sebagian besar berasal dari aset perbankan. Ini merupakan buah dari kolaborasi yang erat antara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dengan perbankan daerah setempat.
Tetik menambahkan bahwa lelang 10.10 menghadirkan berbagai barang lelang yang menarik minat masyarakat. Kehadiran pembeli yang antusias serta harga yang kompetitif turut menjadi faktor penentu kesuksesan.
Edukasi dan sosialisasi lelang kepada khalayak secara masif juga berperan penting dalam menarik partisipasi. Lelang ini mencapai limit sekitar Rp75 miliar yang mencakup beragam objek.
Berikut adalah rincian objek lelang dengan nilai limitnya:
Perbandingan Capaian Lelang Periode Sebelumnya
Data dari DJKN Kalselteng menunjukkan bahwa hasil lelang pada periode Januari-September tahun ini mendapatkan hasil bersih sebesar Rp1,66 miliar. Angka ini melibatkan satu pemerintah daerah dengan total Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp3,98 miliar.
Perbandingan ini memperlihatkan lonjakan signifikan pada lelang bulan Oktober yang mencapai Rp27 miliar. Hal ini menegaskan keberhasilan strategi yang diterapkan DJKN Kalselteng.
Sebagai informasi pembanding, pada tahun 2024, total hasil bersih lelang mencapai Rp2,14 miliar, melibatkan tujuh pemerintah daerah dengan BPHTB Rp11,81 miliar. Tahun 2023 mencatat hasil bersih Rp2 miliar dari delapan pemerintah daerah dengan BPHTB Rp66 juta.
Pada tahun 2022, total hasil bersih lelang tercatat sebesar Rp2,80 miliar, melibatkan enam pemerintah daerah dengan BPHTB Rp767 juta. Data ini menunjukkan fluktuasi namun dengan tren peningkatan yang signifikan pada lelang terbaru.
Sumber: AntaraNews