Dishub Palembang Akui 19 Petugas 'Pemain Lama' Razia Ilegal, Pungli Jadi Sorotan
Dalam praktiknya, mereka terbilang cukup terorganisir. Mereka bertindak bukan atas perintah pimpinan, melainkan untuk keuntungan pribadi.
Sebanyak 19 petugas Dinas Perhubungan Palembang tengah menjalani pemeriksaan terkait razia ilegal. Aksi mereka menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun sejumlah truk.
Kepala Bidang Wasdal Ops Dishub Palembang Juliansyah mengungkapkan, para pelaku diketahui menjadi pemain lama dalam melakukan razia ilegal terhadap para sopir. Mereka sudah diberi peringatan namun tetap mengulangi tindakan serupa.
"Pemain lama, sudah diingatkan masih juga (razia ilegal)," ungkap Kepala Bidang Wasdal Ops Dishub Palembang Juliansyah, Jumat (1/5).
Dalam praktiknya, mereka terbilang cukup terorganisir. Mereka bertindak bukan atas perintah pimpinan, melainkan untuk keuntungan pribadi.
"Mereka sedang diperiksa Inspektorat, masih berlangsung," kata Juliansyah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengaku sudah menemui para sopir yang menjadi korban kecelakaan beruntun. Dia menyesalkan aksi petugas Dishub yang menyalahi aturan hingga membahayakan jiwa orang lain.
"Semuanya sudah jelas, tabrakan beruntun itu karena razia ilegal oleh petugas Dishub," kata Ratu Dewa.
Ratu Dewa juga mendengar keluhan para sopir yang kerap menjadi korban pungutan liar oleh petugas Dishub. Dia meminta para sopir berani melawan dengan cara tidak memberikan uang dan melapor ke pemerintah atau kepolisian.
"Saya pastikan semua petugas yang terlibat diberikan sanksi tegas," kata Ratu Dewa.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan video viral pengepungan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang oleh para sopir. Aksi tersebut dliakukan gara-gara petugas menjadi penyebab kecelakaan beruntun saat menggelar razia ilegal.
Dalam video nampak dua petugas Dishub Palembang yang mengendarai sepeda motor dihadang lalu dikepung sejumlah sopir truk di Jalan Sriwijaya Raya Palembang, Kamis (30/4).
Sopir truk yang emosi adu mulut dengan petugas Dishub, salah satu dari mereka menendang sepeda motor hingga terguling. Dua petugas Dishub yang masih mengenakan helem berusaha menghindari kerumunan untuk mencegah menjadi korban amukan massa.
"Benar, para sopir mengepung petugas Dishub karena dianggap menjadi pemicu kecelakaan beruntun," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto, Jumat (1/5).
Truk Kecelakaan Beruntun
Kecelakaan beruntun itu melibatkan tiga truk, yakni dump truck Nissan nomor polisi BG 8032 LQ yang dikemudikan Samsul Bahri (50), truk Hino BE 8441 AUC yang dikemudikan Riki Nopriansyah (42), dan truk Hino lainnya yang belum diketahui identitas pengemudinya.
Kerugian Rp40 Juta
Sebelum kejadian, ketiga truk melaju beriringan dari arah pintu Tol Keramasan menuju Terminal Karya Jaya Palembang. Sesampai di TKP, ada mobil pikap di depan mereka yang disetop mendadak oleh petugas Dishub sehingga para sopir tak sempat lagi mengerem hingga terjadi kecelakaan beruntun.
"Kerugian sekitar Rp40 juta, tapi tidak ada korban. Kami masih proses kasus lakalantas ini," kata Hermanto.