BPTD Sumsel Soal Anak Buah Diduga Pungli Mobil Bantuan Korbn Bencana: Cuma Dikasih Minuman Kaleng

Relawan harus memberi uang Rp100 ribu agar kembali melanjutkan perjalanan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
BPTD Sumsel Soal Anak Buah Diduga Pungli Mobil Bantuan Korbn Bencana: Cuma Dikasih Minuman Kaleng
BPTD Sumsel Soal Anak Buah Diduga Pungli Mobil Bantuan Korbn Bencana: Cuma Dikasih Minuman Kaleng (Merdeka.com)

Warganet dihebohkan dengan dugaan aksi pungutan liar yang yang dilakukan sejumlah orang berseragam Dinas Perhubungan terhadap angkutan bantuan banjir Aceh. Relawan harus memberi uang Rp100 ribu agar kembali melanjutkan perjalanan.

Dugaan tersebut dibantah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan. Hal itu berdasarkan pemerikaan terhadap tiga anggota yang masuk dalam video.

Kasi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumsel Jhon Lee mengungkapkan, ketiga anak buahnya sama sekali tidak meminta dan menerima uang seperti dalam video viral. Mereka hanya mendapagkan minuman kaleng pemberian sopir mobil.

"Tidak ada mereka menerima uang, tidak ada sama sekali. Tapi menerima minuman kaleng, ada dua, dikasih sopir," kata Kasi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumsel Jhon Lee, Kamis (8/1).

Jhon mengatakan, saat kejadian berlangsung ada tiga petugas BPTD II Sumsel yang bertugas bersama seorang pegawai Dishub Palembang. Mereka berada di Terminal Karya Jaya dalam rangka menjalankan Peraturan Wali Kota Palembang terkait larangan angkutan berat masuk kota.

Saat dihentikan, sopir tak mampu menunjukkan surat kelayakan jalan. Namun sopir meminta dibantu agar diizinkan melintas dengan alasan kemanusiaan.

"Karena sopir itu minta bantu, mereka (anggota BPTD) bantu, tapi tidak ada mereka menerima uang," kata Jhon.

Jhon mengatakan, mobil itu membawa kardus-kardus yang tidak diketahui isinya. Gambar tanda bantuan bencana juga dipasang di belakang mobil sehingga tidak terpantau oleh petugas.

"Laporan dari teman-teman barang-barang yang dibawa tidak ada sembako, seperti buntelan kardus, beras tidak ada," kata Jhon.

Jhon berharap pengunggah video memberikan klarifikasi karena pungli tidak terbukti. Jika tidak, pihaknya akan memperkarakan masalah ini karena telah mencemarkan nama baik BPTD II Sumsel.

"Kami akan melakukan langkah hukum apabila nama baik BPTD dicemarkan," tegas Jhon.

Sopir angkutan membawa bantuan untuk korban banjir Aceh menjadi korban pungutan liar saat melintas di Palembang. Pelaku ada sejumlah orang berpakaian Dinas Perhubungan.

Video aksi pungli itu viral di media sosial seperti dalam akun Instagram @sumsel.keras. Akun itu membuat narasi 'relawan untuk Aceh keno pungli gais di Palembang'.

Informasi dihimpun, mobil Elf itu berangkat dari Serang, Banten, dengan tujuan mengantar bantuan ke Aceh Tamiang. Begitu melintas di depan Terminal Karya Jaya Palembang, Rabu (7/1), mobil itu dicegat sejumlah orang.

Sopir diminta menunjukkan kelengkapan kendaraan. Sopir menunjukkan SIM dan STNK, tetapi dokumen KIR fisik tertinggal sehingga tak bisa ditunjukkan.

Melihat respons petugas mencurigakan, sopir menjelaskan bahwa mobil itu membawa bantuan kemanusiaan. Namun petugas memanfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan.

"Kami sudah jelaskan tujuan ke Aceh dan membawa bantuan. Dokumen kendaraan ada, tapi tetap dipersulit," kata sopir seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Kamis (8/1).

Salah seorang petugas justru secara terang-terangan meminta uang agar perjalanan lancar.

"Dia (petugas) bilang, perjalanan masih jauh, mau aman nggak?" kata sopir menirukan ucapan petugas.

Petugas meminta sejumlah uang sebesar Rp150 ribu dan relawan dalam mobil memberikan Rp50 ribu. Ternyata itu tidak cukup sehingga ditambah Rp50 ribu lagi.

"Awalnya diminta Rp150 ribu. Kami hanya mampu Rp50 ribu, tapi ditolak. Akhirnya kami mengalah demi keselamatan dan kelancaran misi," kata dia.

"Gais kita ditilang dishub, aneh sok atuh," kata seorang wanita dalam video sembari sambil mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu.

"Ini uangnya," kata dia saat memberikannya kepada petugas.

"Untuk kondangan," kata petugas sambil menerima uang.

Diketahui, mobil itu membawa rombongan dan bantuan ke Aceh Temiang melalui kegiatan bersih-bersih masjid dan musala, serta trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Rombongan juga membawa 1.250 Alquran dan Iqro, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko, dan 100 meter karpet.

Kepala Dishub Palembang Agus Suprianto membenarkan adanya aksi pungli. Namun dia membantah petugas yang melakukan pungli adalah anak buahnya.

"Kami sudah konfirm BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Sumsel dan dari hasil video tersebut ada kejadian transaksi ilegal (pemalakan) yang dilakukan oleh petugas BPTD Sumsel, bukan petugas Dishub Palembang," kata Agus.

Untuk memastikannya, BPTD Sumsel dan Dishub Palembang akan memanggil petugas yang terlibat.

"Hari ini kami bersama Kepala BPTD Sumsel akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi terkait masalah tersebut," kata Agus.

Rekomendasi