Dakwaan Dianggap Sepihak, Budi Arie Diyakini Tak Terlibat Judi Online Cuma Korban Fitnah
Sekretaris Jenderal Pasukan Bawah Tanah (Pasbata), Budi Kuntoro, menilai tuduhan tersebut adalah bentuk framing jahat.
Nama mantan Menkominfo (sekarang Menkomdigi) Budi Arie muncul dalam berkas dakwaan kasus pengamanan website judi online. Budi Arie diduga menerima fee hingga 50 persen dari pengamanan, agar sejumlah website judi online tidak diblokir oleh Menkominfo.
Hal itu terungkap saat Jaksa membacakan surat dakwaan dalam sidang perdana perkara judi online di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/5) kemarin.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Pasukan Bawah Tanah (Pasbata), Budi Kuntoro, menilai tuduhan tersebut adalah bentuk framing jahat yang bertujuan mencemarkan nama baik Budi Arie.
"Kami menilai ini adalah fitnah keji yang dibangun dari potongan informasi yang tidak utuh dan dimanipulasi sedemikian rupa hingga membentuk narasi yang menyesatkan publik," ujar Budi Kuntoro, Senin (19/5).
Ia menambahkan, selama menjabat Menkominfo, Budi Arie Setiadi tidak pernah menerima uang ataupun persenan dari pihak manapun terkait pemblokiran situs judi online.
"Tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Justru Budi Arie dikenal sebagai sosok yang tegas dan konsisten dalam memerangi judi online di Indonesia," lanjutnya.
Framing Jelang Momen Penting
Pasbata mengecam upaya-upaya pembunuhan karakter seperti ini yang menurutnya kerap terjadi menjelang momentum politik penting.
"Framing semacam ini adalah bentuk penghancuran reputasi seseorang dengan cara tidak bermoral, dan kami meminta aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, adil, dan transparan," tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan selalu menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Merdeka.com mencoba mengonfirmasi langsung ke Budi Arie, namun dia menjawab saat ini sedang berada di Vatikan hadir sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan.
"Saya lagi di Doha menuju Vatikan," kata Budi kepada merdeka.com, Sabtu (17/5).
Dia juga mengirim sebuah video dengan gambar awal sedang berada di Istana negara sambil menunjukan jari berbentuk 'cinta' dan gambar banteng hitam yang menangis.
Di video yang dikirim Budi Arie, mengatakan kalau dia tidak pernah meminta uang dari bisni judol. Dia juga mengaku tidak pernah memberi perintah kepada siapapun untuk melindungi bisnis judol baik lisan maupun tulisan.