Cerita Istri Kenang Haji Bareng Gus Yaqut saat Jenguk di Rutan KPK, Air Mata Suami di Muzdalifah Tak Terlupakan
Meski tidak bisa merayakan Iduladha bersama, Eny Retno selaku istri bersyukur masih bisa menjenguk Gus Yaqut.
Momen Hari Raya Iduladha tahun ini tampak berbeda bagi Eny Retno, istri mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). Meski tidak bisa merayakan Iduladha bersama, Eny bersyukur masih bisa menjenguk Gus Yaqut.
Di tengah keterbatasan, Eny tetap berusaha menghadirkan suasana hangat perayaan Iduladha tahun ini. Eny bersama anak menjenguk Gus Yaqut di Rutan KPK, Jakarta. Eny mengatakan, kondisi Gus Yaqut saat ini dalam keadaan sehat.
"Ya, alhamdulillah Abah sehat di dalam," kata Eny kepada wartawan, Rabu (27/5).
Bawa Makanan Favorit Gus Yaqut
Eny bercerita, tidak lupa membawa bekal makanan kesukaan suami dalam kunjungan kali ini. Ada beberapa makanan menjadi favorit Gus Yaqut, salah satunya tempe goreng.
"Pasti aku ngirimnya ya tempe goreng kesukaan beliau gitu kan," kata Eny.
Selain tempe goreng, beberapa makanan sederhana lain juga dibawa Eny saat menjenguk Gus Yaqut di Rutan KPK. Mulai dari sayur-sayuran, roti, hingga kue kering disiapkan Eny untuk dinikmati suami di balik jeruji besi.
Akan tetapi, makanan khas hari raya seperti ketupat dan daging tidak disiapkan Eny. Lantaran, Gus Yaqut memiliki penyakit Gerd sehingga harus betul hati-hati dalam memilih makanan, khususnya yang bersantan. Karena itu, dia lebih memilih membawa makanan ringan dan non-santan.
"Daging juga enggak terlalu senang sih, jadi kita alhamdulillah nanti paling yang ringan-ringan aja. Bapak itu enggak terlalu eh rewel untuk daharnya, cuma karena Gerd-nya aja jadi mesti hati-hati," kata dia.
Nostalgia Momen di Muzdalifah
Dalam kesempatan ini, Eny sempat menceritakan momen-momen bersama Gus Yaqut saat berangkat haji tahun 2023. Saat itu, Gus Yaqut masih aktif sebagai Menteri Agama.
Eny mengaku, terdapat momen Gus Yaqut menangis saat setelah salat karena banyaknya haji ilegal. Peristiwa ini dinilai merugikan banyak jemaah yang betul-betul berhaji mengikuti prosedur.
"Kita sulit untuk bisa menjemput jemaah kita karena banyaknya haji ilegal yang di sana," jelas Eny.
"Salat itu nangis sejadi-jadinya. Ada kata-kata beliau, 'Ya Allah, Gusti, kulo kedah pripun Gusti? Saya harus seperti apa lagi Gusti?'" sambung Eny menceritakan kondisi Gus Yaqut.
Dalam pikirannya, Eny betul-betul ingat perjuangan sang suami untuk melayani tamu-tamu Allah. Baginya, Gus Yaqut tidak kenal lelah dalam mempersiapkan ibadah haji 2023. Bahkan, saat kondisinya sakit tak luput perhatiannya kepada para jemaah.
Bagi Eny, dengan perjuangan sang suami mengurus berbagai persoalan jemaah haji, dia merasa miris dengan kondisi yang menimpa suaminya saat ini.
Tak bisa berbuat banyak, Eny mengungkap bahwa dirinya hanya berdoa dan berharap apa yang telah dilakukan Gus Yaqut untuk jemaah haji dapat menjadi penolong baginya.
"Semoga Allah memberikan pertolongan-Nyalah dan apa pun hal baik yang pernah Abah lakukan untuk jemaah haji waktu itu, bisa menjadi wasilah penolong beliau," kata Eny.
Cerita Hangat di Rutan
Eny mengungkapkan, kedatangannya ke Rutan KPK bukan sekadar untuk menjenguk suaminya. Baginya, pertemuan tersebut menjadi momentum saling tukar cerita.
Obrolan tentang anak dan ibu menjadi topik utama keduanya. Eny berusaha mengalihkan pembicaraan agar tidak melulu soal perkembangan kasus. Menurutnya, itu sudah memiliki porsi masing-masing.
"Kalau sama saya, sama anak-anak, pasti ngomongnya tentang anak-anak, tentang Ibu, gitu. Jadi dibawa biar hal-hal yang menguatkan beliaulah ya," kata dia.
Kini, ia masih terus berharap sambil berdoa, semoga sang suami bisa kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga di rumah.