BEI Awasi 4 Saham Ini Usai Terdeteksi Aktivitas Tak Biasa
BEI mengawasi empat saham setelah terdeteksi Unusual Market Activity (UMA). Investor diminta mencermati informasi emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan harga sejumlah saham yang dinilai menunjukkan aktivitas tidak biasa di pasar.
Pengawasan ini dilakukan setelah bursa mendeteksi adanya Unusual Market Activity (UMA) pada empat emiten.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Senin (16/3/2026), saham yang masuk dalam pemantauan meliputi PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY), dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa pengumuman UMA bertujuan memberikan informasi kepada investor mengenai pergerakan harga yang tidak biasa.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," ujar Yulianto dalam keterangan resmi BEI.
Pergerakan Harga Saham Jadi Sorotan
BEI mencatat adanya perubahan harga yang cukup signifikan pada beberapa saham tersebut. Tiga emiten, yakni ASPI, FITT, dan RONY, mengalami penurunan harga yang cukup tajam sehingga menarik perhatian otoritas bursa.
Sementara itu, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) justru menunjukkan kenaikan harga yang cukup tinggi dalam waktu relatif singkat.
"Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," ujarnya.
BEI juga mencatat bahwa informasi terbaru dari ASPI dan RONY berupa laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan pada 10 Maret 2026. Adapun FITT menyampaikan penjelasan kepada bursa pada 11 Maret 2026 terkait permintaan klarifikasi.
Sementara itu, ASPR terakhir menyampaikan laporan registrasi pemegang efek pada 9 Maret 2026.
BEI Imbau Investor Cermati Informasi Emiten
Saat ini BEI masih melakukan pemantauan terhadap pola transaksi saham pada keempat perusahaan tersebut.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujarnya.
BEI juga mengimbau para investor untuk memperhatikan berbagai informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat sebelum mengambil keputusan investasi.
Investor diminta mencermati tanggapan emiten terhadap permintaan klarifikasi dari bursa, menelaah kinerja perusahaan serta keterbukaan informasi yang disampaikan.
Selain itu, investor juga diingatkan untuk meninjau rencana aksi korporasi perusahaan, terutama jika rencana tersebut belum memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari sebelum melakukan transaksi.